MHH Muhammadiyah Dorong Pembentukan TGPF Kasus penyerangan Novel Baswedan

oleh -
KETERANGAN PERS : Tim dari MHH Muhammadiyah tengah memberikan keterangan kepada media terkait penanganan kasus penyerangan Novel Bawesdan, Selasa (6/8/2019).

REDAKSI24.COM—Majelis Hukum dan HAM (MHH) Muhammadiyah menyayangkan masih belum terungkapnya kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Untuk itu MHH Muhammadiyah mendorong pemerintah segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk bisa mengungkap siapa pelaku sekaligus  dalam penyerangan penyidik senior KPK ini.

Wakil Ketua MHH Muhammadiyah Maneger Nasution mengatakan waktu 2 tahun sudah cukup lama untuk mengungkap kasus penyerangan Novel. Maneger menduga, kerumitan pengungkapan siapa pelaku dibalik kekerasan terhadap Novel ini bukan terkait masalah teknis penyelidikan dan penyidikan, tetapi bersifat politis karena banyaknya koruptor yang masuk pengadilan tindak pidana korupsi dan seluruhnya dikenakan hukuman penjara.

BACA JUGA :

Hasil Survai Tim Peneliti UMJ : 4,19 % Mahasiswa di Jakarta, Banten dan Jabar Terpapar Anti Pancasila

Mereformulasi GBHN, Mahutama Dorong Perubahan Konstitusi Kelima

Nelayan Tagih Janji Gubernur Banten

Maneger juga menilai, Tim Pencari Fakta bekerja kurang efektif. Karena setelah bekerja selama 6 bulan dan ditambah 3 bulan oleh Presiden Jokowi, tim bentukan Kapolri tersebut tak bisa menyebutkan siapa pelakunya, meskipun itu hanya pelaku lapangan.

“Justru sebaliknya, tim pencari fakta menyatakan ada pihak-pihak yang dendam terhadap Novel karena Novel sedang menangani kasus-kasus besar,” jelas Manager.

Untuk itu lanjut Manager, tanpa mengurangi upaya yang sedang dijalankan oleh pihak kepolisian sebagai amanat dari Presiden, MHH Muhammadiyah meminta sebaiknya Presiden membentuktim gabungan independen pencari fakta dengan melibatkan tokoh-tokoh dan masyarakat sipil anti korupsi serta dari unsur amnesty internasional.

TGPF adakah pilihan yang paling logis, paling elegan dan paling diterima publik untuk bisa mengungkap kasus penyerangan Novel Bawesdan.” jelasnya.

Maneger menambahkan,  MHH Muhammadiyah senantiasa mendukung upaya pemberantasan korupsi dan pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan secara berkeadilan.

“Karena bagi kami, penyerangan terhadap Novel bukan ditujukan kepada pribadi seorang Novel tapi sebuah penyerangan yang nyata sebagai serangan balik terhadap pemberantasan korupsi oleh KPK,” pungkasnya. (Hendra)