Meski WFH Diterapkan Kembali, Pegawai Pemkot Tangsel Tetap Berdesakan di Lift

  • Whatsapp
Pemkot tangsel
Sejumlah pegawai dan pengunjung berdesakan di lift gedung 3 Pemkot Tangsel.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menerapkan Work From Home (WFH) bagi pegawainya untuk menekan penyebaran Covid-19 lantaran muncul klaster perkantoran.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 42 Tahun 2020, tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bacaan Lainnya

“Terkait adanya klaster penyebaran Covid-19 di perkantoran maka kita berlakukan lagi sistem WFH. Termasuk di kantor Pemkot Tangsel. Ini adalah upaya yang kita lakukan dalam memutus penyebaran Covid-19,” kata Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2020).

Meski sudah masuk zona orange penyebaran Covid-19, pihaknya hingga saat ini masih melarang pelaku usaha hiburan karaoke, wisata tirta dan spa untuk beroperasi lantaran khawatir menjadi klaster penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: PSBB Diperpanjang Lagi, Pemkot Tangsel Akan Kembali Perketat Aktivitas Warga

Meski demikiani, pantauan Redaksi24.com di sekitar lingkup Pemkot Tangsel di Jalan Maruga, Serua, Kecamatan Ciputat, lingkup Pemkot Tangsel tetap ramai pegawai dan pengunjung.

Bahkan, di perkantoran gedung 3 Pemkot Tangsel itu, terlihat antrian panjang para pengunjung menunggu akses lift di gedung tersebut. Sedangkan di dalam lift, terlihat para pengunjung berdesakan secara bergantian naik dan turun di perkantoran gedung. 

Kendati terlihat memakai masker, tetapi jaga jarak terabaikan. Lift yang seharusnya hanya untuk 4 orang itu, berisi 6-8 pengunjung hingga saling berdesakan. Padahal, di gedung 3 tersebut memiliki dua lift. Sayangnya, hanya satu yang berfungsi sementara satunya rusak sejak beberapa minggu lalu.

BACA JUGA: Waduh, Pegawai BPN Tangsel Ada Yang Terkonfirmasi Covid-19

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel Fuad mengatakan, soal masih ramainya di lingkup perkantoran pemkot lantaran WFH tidak diterapkan kepada seluruh pegawai. “Hanya staf saja yang diberlakukan WFH,” katanya dikonfirmasi, Selasa (7/9/2020).

“Teknis WFH akan selalu dilakukan peninjauan dan penyesuaian sesuai dengan perkembangan kondisi,” tambah Fuad.(wvyh/ Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.