Meski Positif Covid-19 Bertambah, New Normal di Pandeglang Jalan Terus

  • Whatsapp
new normal pandeglang
Perkembangan kasus positif covid-19 di Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kasus terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Pandeglang, Banten, terus bertambah. Selama tiga hari terakhir sudah sebanyak 4 kasus positif covid-19 di Pandeglang. Namun hal itu tidak berpengaruh terhadap rencana penerapan New Normal. Pemkab Pandeglang akan tetap menerapkan tatanan kehidupan baru tersebut.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pandeglang, dr Achmad Sulaeman mengakui, kasus terkonfirmasi covid-19 di Pandeglang terus meningkat. Sejak Kamis (11/6/2020) hingga Sabtu (13/6/2020) hari ini, sudah ada 4 orang yang dinyatakan positif covid-19.

Bacaan Lainnya

“Hari ini seorang warga (Kecamatan) Cimanuk dinyatakan positif covid-19 melalui hasil tes swab. Jadi jumlah positif covid-19 secara keseluruhan menjadi 9 orang, satu orang meninggal, 6 dirawat dan 2 orang dinyatakan sembuh,” ungkap Sulaeman melalui sambungan telepon, Sabtu (13/6/2020).

Dikatakannya, satu orang warag Kecamatan Cimanuk yang dinyatakan positif covid-19, memiliki riawayat beraktivitas di Jakarta. Pada akhir April lalu, yang bersangkutan pulang kampung. Pada bulan Mei kembali lagi ke Jakarta.

Beberapa hari di Jakarta, ia mengeluh demam, pusing dan tidak enak badan. Akhirnya kembali pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Cimanuk. Dia juga sempat dirawat di salah satu klinik swasta di Kecamatan Cimanuk.

“Pada saat dirawat dilakukan juga rapid test. Hasilnya reaktif, pihak klinik memutuskan untuk merujuk pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah Banten,” katanya.

Lanjut Sulaeman, di RSUD Banten, pasien posituf covid-19 itu dilakukan pemeriksaan swab, setelah beberapa hari hasil swabnya keluar dan dinyatakan positif covid-19. “Sebagai tindaklanjutnya, tim gugus tugas penanggulangan covid-19 Kecamatan Cimanuk, melakukan tracking terhadap warga dan anggota keluarga pasien positif covid-19 itu,” ujarnya.

Saat ditanya dengan bertambahnya kasus positif covid-19, apakah penerapan New Normal akan tetap dilakukan atau tidak, Sulaeman mengaku, persiapan menghadapi New Normal tetap terus dilakukan. Sebab sejak awal Pandeglang tidak menerapkan PSBB, sehingga kondisinya tetap seperti saat ini.

Namun, kata dia, untuk warga yang terkonfirmasi positif covid-19 itu rata-rata yang datang dari luar ke Pandeglang, atau lebih banyak beraktivitas di luar Pandeglang, seperti Jakarta. Hal itu, menurut Sulaeman, yang saat ini belum bisa dicegah secara maksimal.

“Konsep New Normal terus dilakukan. Karena sekarang ini aktivitas masyarakat mulai berjalan lagi, maka tidak bisa kami tutup lagi. Hanya saja untuk penerapan protokol kesehatan lebih diperketat lagi,” jelasnya.

Bahkan, tambah Sulaeman, peneguran terhadap warga yang tidak menjalankan protokol kesehatan juga dipertegas lagi. Sebab hal itu mau tidak mau harus dilakukan, jika tidak, khawatir akan lebih banyak lagi masyarakat Pandeglang yang terpapar covid-19.

“Untuk sekarang ini kami juga menyisir pasar-pasar, supaya masyarakat sadar dengan penerapan protokol kesehatan. Setiap pasar juga akan dilengkapi sarana cuci tangan,” tambahnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Fery Hasanudin mengatakan, konsep New Normal sudah menjadi konsep Nasional. Karena penerapan New Normal untuk mengubah sikap masyarakat pada masa pandemi covid-19, seperti bagaimana warga harus berprilaku dan menjalankan protokol kesehatan.

“Kongkritnya, masyarakat dibiasakan menggunakan masker, rajin cuci tangan dan menghindari kerumunan. Karena konsep New Normal itu bukan normal, tapi bagaimana mengubah sikap masyarakat pada masa pandemi covid-19,” imbuhnya.

Ketika ada penambahan kasus positif covid-19 lanjut Sekda, hal itu tidak terdeteksi. Meski dipertahankan, tapi nyatanya sekarang ada lagi yang dinyatakan positif covid-19. Namun sebagian besar yang terkonfirmasi covid-19 tersebut punya riwayat dari luar kota, seperti Tangerang dan Jakarta.

“Sekarang ini tinggal memaksimalkan peran serta semua elemen masyarakat dalam menanggulangi wabah covid-19. Karena penanggulangan covid-19 ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua elemen masyarakat,” tambahnya.

Menurut Sekda, dengan New Normal, protokol kesehatan lebih ditingkatkan, dan sejauh ini Pemda Pandeglang berkonsentrasi di pasar dan tempat keramaian lainnya. Karena pasar dan pusat keramaian dinilai paling berpotensi menjadi pusat penularan covid-19.

“Penerapannya, baik pengunjung pasar maupun pedagang harus menggunakan masker. Penyediaan tempat cuci tangan, dan jaga jarak. Karena salah satu cara ampuh memutus rantai covid-19 dengan disiplin, dan harus ada unsur pemaksaan dalam penerapan kedisiplinan itu,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.