Meski Pandemi Covid-19, Seba Baduy Bakal Tetap Digelar di Lebak

  • Whatsapp
Seba Baduy
Ratusan warga Suku Baduy turun gunung saat prosesi Seba Baduy. (dokumen)

LEBAK, REDAKSI24.COM – Walaupun pandemi Covid-19 saat ini tengah melanda, namun suku adat Baduy yang berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, melalui pemerintah desanya bersikeras alias keukeuh untuk tetap melaksanakan tradisi Seba Baduy tahun 2020.

Bahkan, Pemerintah Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, diketahui telah menyampaikan rencana pelaksanaan Seba Baduy kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten. Dalam surat pemberitahuan tersebut, Pemerintah Desa Kanekes menjadwalkan tradisi Seba Baduy akan digelar pada 30 Mei hingga 1 Juni 2020.

Bacaan Lainnya

“Kemarin suratnya sudah disampaikan ke Pemkab Lebak,” kata Sekretaris Desa Kanekes, Agus, Sabtu (16/5/2020).

Agus menuturkan, keputusan pelaksanaan Seba Baduy tersebut merupakan hasil musyawarah Lembaga Adat Tantu Tilu Jaro Tujuh Desa Kanekes. Menurutnya, pelaksanaan Seba Baduy tetap harus dilakukan walau saat ini dunia sedang digemparkan Covid-19 yang telah ditetapkan menjadi pandemi global.

Tradisi Seba Baduy merupakan prosesi sakral Suku Baduy dengan melakukan seserahan hasil bumi serta melaporkan berbagai kejadian selama satu tahun yang terjadi pada Suku Baduy kepada ibu gede dan bapak gede atau pemerintah daerah. Seserahan hasil bumi itu biasa disebut dengan upeti pada kerajaan.

“Hasil musyawarah adat bersama pemerintah desa untuk Seba Baduy 2020 termasuk seba kecil,” jelas Agus.

Kata Agus, terkait jumlah warga Baduy yang akan ‘turun gunung’ mengikuti tradisi turun temurun tersebut, mengingat pelaksanaan digelar ditengah pandemi Covid-19, Agus mengatakan menunggu keputusan pemerintah daerah.

“Untuk peserta seba menunggu keputusan Bupati Lebak dan Gubernur Banten,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan aturan teknis pelaksanaan tradisi turun temurun tersebut.

Menurut dia, Seba akan dilaksanakan secara sederhana dengan hanya beberapa perwakilan tokokoh adat suku Baduy yang nantinya diperbolehkan untuk turun gunung dan menemui Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

Berbeda dengan pelaksanaan Seba tahun sebelumnya, yang bisa diikuti ratusan warga Baduy. Perubahan itu mengingat saat ini tangah pandemi Covid-19. Warga Baduy tidak akan turun seluruhnya, namun akan diatur sesuai protokol Covid-19.

“Paling hanya 5 sampai 10 orang yang akan menemui bupati. Tidak akan menjadi even besar seperti pada tahun-tahun sebelumnya, karena anggarannya sudah habis direlokasi untuk penanganan Covid-19,” tandasnya.(YuSuf/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.