Meski Pandemi Covid-19, KPU Pandeglang Tidak Khawatir Partisipasi Pemilih Turun

  • Whatsapp
pilkada pandeglang 2020
Ilustrasi - Pilkada serentak 2020 digelar ditengah pandemi covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang, tidak merasa khawatir terjadinya penurunan tingkat partisipasi pemilih, meski Pilkada dihelat pada masa pandemi covid-19. Optimisme KPU dengan melihat kondisi pandemi covid-19 di Pandeglang yang terbilang relatif landai.

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai menilai, partisipasi masyarakat terhadap Pilkada di tempat-tempat tertentu saat ini masih cukup tinggi. Karena itu, pihaknya mengaku tidak khawatir adanya penurunan partisipasi pemilih tersebut.

Bacaan Lainnya

“Aktivitas masyarakat masih ramai, seperti di pasar, dan pusat keramaian lainnya. Jadi kami kira kondisi ini tidak akan berpengaruh terhadap angka penurunan partisipasi pemilih dalam Pilkada nanti. Saya melihat masyarakat Pandeglang sudah siap menjalankan kebiasaan baru pada masa pandemi covid-19,” ungkapnya, Senin (6/7/2020).

Menurutnya, secara gambaran besar pihaknya sudah melihat potret masyarakat di Pandeglang saat ini. Kecuali, kata dia, jika ada kebijakan PSBB atau lockdown, kemungkinan akan berpengaruh terhadap angka partisipasi pemilih pada Pilkada nanti.

“Kalau sekarang Pandeglang tidak termasuk zona merah covid-19. Jadi kamki optimis tidak ada penurunan partisipasi pemilih,” katanya.

BACA JUGA: 22 Petugas Pilkada Pandeglang yang Reaktif  Covid-19 Sementara Dibebastugaskan

Sujai juga mengaku, tetap optimis dengan pencapaian target partisipasi pemilih sebesar 75 persen. Sebab pihaknya akan mengubah strategi penyebarluasan informasi berkaitan Pilkada ditengah pandemi covid-19, meskipun sosialisasi tatap muka langsung saat ini dibatasi.

“Contoh cara memberikan edukasi pemilihan kepada masyarakat tidak mesti dengan tatap muka. Tapi kami akan buat langkah – langkah yang mencerminkan kreativitas, seperti membuat video pendek edukasi pemilih yang disebarluaskan melalui media sosial,” ujarnya.

Terpisah, Komisioner KPU Pandeglang, Ahmadi mengatakan, peningkatan partisipasi pemilih dalam Pilkada tidak hanya menjadi tanggungjawab KPU. Akan tetapi pihak lain, seperti Kesbangpol, juga punya peran dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

“Kalau berbicara soal angka partisipasi, kami optimis target akan tercapai maksimal. Karena dalam meningkatkan partisipasi pemilih bukan hanya KPU, tapi pihak terkait lainnya juga akan mendorong partisipasi pemilih itu,” tuturnya.

Dikatakannya, pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi covid-19 ini substansinya adalah pemilih aman ketika datang ke TPS. Karena di TPS akan diterapkan protokol kesehatan secara maksimal, bahkan rencananya, pemilih akan disediakan APD berupa masker.

“Bagi pemilih rencananya akan disediakan masker, sekarang sedang disusun KPU RI. Pada prinsipnya kami upayakan pemilih aman ketika datang ke TPS,” katanya.

BACA JUGA: Empat Parpol Usung Petahana di Pilkada Pandeglang 2020

Saat ditanya apakah ada langkah khusus ketika ada pembatasan sosialisasi tatap muka langsung. Ahmadi mengaku, upaya dalam memaksimalkan sosialisasi terus dilakukan, melakui media sosial KPU Pandeglang, meski ada pembatasan sosialisasi tatap muka langsung.

Tetapi, tambah Ahmadi, angka partisipasi pemilih juga akan terdongkrak oleh peserta Pilkada, baik yang melalui jalur partai politik maupun jalur perseorangan.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.