Meski 10 Kecamatannya Dilanda Kekeringan, Pemkab Tangerang Belum Tetapkan Darurat Bencana

oleh -
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang belum juga berakhir. Sejak awal Juli 2019 hingga pertengahan September, ada sebanyak 10 Kecamatan  yang terdampak kekeringan dan lebih dari 500 hektar sawah mengalami puso alias gagal panen. Namun, hingga kini pemerintah daerah Kabupaten Tangerang belum juga menetapkan darurat bencana atas kondisi kekeringan tersebut, Selasa (17/9/2019).

Saat ditemui, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengaku, hingga kini pihaknya masih terus memantau terkait kondisi terakhir beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang yang terdampak kekeringan. Terkait soal penatapan darurat bencana, Zaki menyambung, meski hal tersebut pernah dibahas dalam rapat Forkopimda beberapa waktu lalu, namun penetapan darurat bencana kemarau belum bisa dilakukan. Mengingat beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang sudah turun hujan meski curah hujannya sangat kecil.

“Belum ditetapkan darurat bencana, kita masih melihat kondisi terakhir karena di beberapa lokasi kemarin dapat curah hujan,” katanya kepada Redaksi24.com

Dikatakannya, dalam penangannya Pemkab Tangerang selalu mengirimkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Tak hanya itu, bersama PDAM, Dinas Perumahan dan Permukiman, BPBD, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya diantaranya dengan memberikan mesin pompa air dengan sumur pantek.

“Bantuan air bersih itu oleh PDAM, Perkim, dan BPBD. Untuk area persawahan penanganannya oleh Dinas Pertanian,” ungkapnya.

BACA JUGA:

1.500 Hektar Sawah di Kabupaten Tangerang Kekeringan, 200 Hektar Padi Gagal Panen

Selama Kekeringan, PDAM TKR Telah Suplai Air Bersih 1,5 juta Liter Untuk Masyarakat

Pemkab Tangerang Bakal Tetapkan Darurat Bencana Kemarau

571 Hektar Sawah Gagal Panen, Pemkab Tangerang Belum Tetapkan Darurat Bencana

Ia menambahkan, soal penetapan darurat bencana kemarau, pihaknya akan kembali melihat kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan. Hujan buatan pun bisa saja diupayakan meski saat ini konsentrasi pemerintah pusat sedang tertuju dalam upaya penanganan kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera.

“Mudah-mudahan beberapa hari ke depan ada hujan, walaupun sedikit tapi bisa membantu mengatasi kondisi ini,” tukasnya. (Ricky/Aan)