Mesin Kapal Mati, Tiga Nelayan Bintan Ditahan Polisi Malaysia

oleh -
nelayan bintan ditahan polisi johor malaysia mesin kapal KNTI bintan buyung adly batas wilayah
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Buyung Adly kepada wartawan Senin (12/7/2021) menyampaikan, ketiga nelayan yang ditahan polisi Malaysia tersebut masing-masing Agus Suprianto (26), Sandi (18) dan Andi (18).

KABUPATEN BINTAN, REDAKSI24.COM – Sebanyak tiga nelayan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ditahan Polisi Johor, Malaysia. Ketiganya ditangkap polisi Diraja Malaysia karena dinilai melanggar batas wilayah.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Buyung Adly kepada wartawan Senin (12/7/2021) menyampaikan, ketiga nelayan yang ditahan polisi Malaysia tersebut masing-masing Agus Suprianto (26), Sandi (18) dan Andi (18).

Buyung menyampaikan hasil koordinasi dengan organisasi non-pemerintah (NGO) sebagai rekan kerja KNTI di Malaysia, dapat dipastikan ketiga nelayan tersebut merupakan warga Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepri.

“Ketiganya tengah menjalani pemeriksaan dan tes COVID-19 di Johor,” katanya.

Buyung menjelaskan, penangkapan tehradap ketiga nelayan Indonesia itu berawal ketika ketiganya tengah memancing menggunakan kapal berkapasitas 3 GT dengan jarak sekitar 52 Mil dari bibir Pantai Kampung Masiran menuju arah barat, Sabtu (10/7/2021).

“Mereka biasanya melaut selama dua hingga tiga hari, baru setelahnya pulang ke rumah,” ungkap Buyung.

BACA JUGA: PMI Asal Lombok Ditangkap Polres Bintan Karena Selundupkan Narkotika Dari Malaysia

Kemudian pada Minggu 11 Juli 2021, kata Buyung, seorang dari ketiga nelayan mengirim pesan via WhatsApp kepada Safarudin selaku pemilik kapal. Pesan itu mengabarkan mereka ditahan Polisi Malaysia.

“Mesin boat mereka mati karena cuaca buruk, lalu hanyut ke Pulau Aur di Johor dan langsung diamankan polisi negara tetangga,” ujar Buyung.

Buyung menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi ke Bidang Perbatasan Kabupaten Bintan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, agar segera menangani ketiga nelayan tersebut.

“Kasihan keluarga yang ditinggalkan. DKP Provinsi Kepri juga sudah bersurat ke KJRI Johor supaya melakukan diplomasi dengan pihak berwenang setempat,” katanya.

Menurut dia, jika penangkapan itu karena mesin rusak, pihaknya minta ketiga nelayan itu segera dipulangkan ke tanah air. Namun jika ada unsur lain, misalnya dugaan terlibat penyelundupan narkoba, pihaknya mengaku tidak bisa membantu.

KNTI turut meminta pemerintah memperhatikan nasib nelayan yang melakukan penangkapan ikan di wilayah perbatasan, dengan memberikan peta atau koordinat-koordinat perbatasan sehingga nelayan paham akan garis sempadan negara.

“Berikan juga alat komunikasi, ketika perahu mereka rusak dan berpotensi masuk ke negara tetangga karena terbawa arus atau gelombang, bisa langsung dikomunikasikan,” kata Buyung.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.