Merasa Ditipu, 3 Warga Bunuh Dukun Pengganda Uang di Rajeg

oleh -
Merasa Ditipu, 3 Warga Bunuh Dukun Pengganda Uang di Rajeg
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro berserta jajaran saat press conference di Halaman Kantor Polres Kota Tangerang, Senin (13/9/2021).

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Jajaran Polresta Tangerang membekuk dua dari tiga pria yang diduga pelaku pembunuhan Patoni (62) yang diduga dukun pengganda uang, warga Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, (16/7/2021) lalu. Para pelaku diduga sakit hati karena telah merasa ditipu korban yang menjanjikan bisa menggandakan uang yang diserahkan para pelaku.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, berdasarkan keterangan para pelaku, sebelum aksi pembunuhan dan pencurian yang dilakukan W (35), TYP (50), dan AR (DPO), mereka memiliki perjanjian dengan Patoni untuk melakukan penggandaan uang. lalu ketiga pelaku ini menyerahkan uang sebesar Rp68,2 juta kepada Patoni yang menjanjikan bisa melipatgandakannya menjadi Rp20 Miliar. 

“Mereka menyerahkan uang sebesar Rp68,2 juta kepada Patoni. Katanya, uang tersebut akan dijadikan syarat untuk mengambil uang dari Pantai Selatan sebesar Rp20 Miliar, dan setelah dapat akan diberikan kepada W, TYP, dan AR, ” kata Wahyu saat menggelar press conference, Senin, (13/9/2021).

BACA JUGA: Palsukan Surat Keterangan Vaksinasi dan Bebas COVID, Pemuda Lulusan SD di Tigaraksa dibekuk Polresta Tangerang 

Namun seiring waktu berjalan lanjut Kapolres, para pelaku tak kunjung mendapatkan uang penggandaan yang dijanjikan Patoni. Bahkan Patoni tak kunjung menemui  sehingga membuat para pelaku kesal karena merasa telah ditipu.

BACA JUGA: TRUTH Minta Kejari Kabupaten Tangerang Jangan Kendor Ungkap Dugaan Penyelewengan Penggunaan Anggaran ATK Disdukcapil Sebesar Rp5,2 Miliar  

Lalu ketiga pelaku pun  bersepakat untuk membalas dendam kepada Patoni dengan mendatangi rumah Patoni di Kampung Jawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg pada Jumat (16/7/2021) dengan cara masuk diam-diam melalui jendela rumah yang dicongkel menggunakan obeng. 

BACA JUGA: TPU Kirana Solear Kabupaten Tangerang Kumuh Tak Terawat

Setelah masuk kedalam rumah Patoni lanjut Kapolres, ketiga pelaku ini langsung membekap korban menggunakan bantal dan mengikat kaki korban menggunakan selimut serta tali klem.  Tidak sampai disitu, ketiga pelaku pun langsung memukuli Patoni hingga meninggal dunia. 

“Setelah puas memukuli korban, ketiga pelaku pembunuhan ini mengambil barang-barang berharga yang ada di rumah Patoni, diantaranya dua unit sepeda motor, handphone dan uang tunai, ” katanya. Setelah berhasil melakukan aksinya, ketiga pelaku langsung melarikan diri. Ketiga pelaku sempat kabur ke Daerah Istimewa Yogyakarta, maka Satreskrim Polres Kota Tangerang langsung melakukan pengejaran ke sana. 

Namun, sesampainya di Yogyakarta, kata Kapolres anggotanya mendapatkan informasi kembali bahwa ketiga pelaku sudah berpindah tempat ke Kalideres, Jakarta Barat, sehingga langsung melakukan pengejaran. 

“Kedua pelaku yang berinisial W dan TYP berhasil ditangkap di  Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kecamatan  Kalideres pada (21/8) lalu. Sementara AR masih dalam pengejaran, ” katanya. 

Dari hasil penangkapan lanjut Kapolres, pi selain mengamankan dua pelaku pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor beat, dua unit handphone, 1 buah bantal yang diduga untuk membekap korban, dan satu buah selimut merah yang diduga digunakan untuk mengikat korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, W dan TYP dijerat dengan pasal 340 KUHp atau pasal 331 KUHP dan pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman mati. 

“Mudah-mudah satu pelaku yang lainnya bisa segera kami tangkap, ” pungkasnya.(RM1/Hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.