Merasa Dibohongi Developer “Nakal”, Warga Periuk Ngadu ke DPRD Kota Tangerang

  • Whatsapp
Kecamatan Periuk Kota Tangerang
Warga Periuk ngadu ke DPRD Kota Tangerang.

TANGERANG, REDAKSI24.COM –– Forum Rukun Warga (RW) Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang mengadu kepada DPRD Kota Tangerang.

Aduan warga tersebut dikarenakan sudah 20 tahun pihak pengembang developer PT. Dian Harapan Mulia dan PT. Nadya Vila belum menyerahkan fasos fasum, sertifikat, belum adanya IMB serta tidak memperhatikan dampak lingkungan akibat dari pembangunan perumahan Mutiara Pluit, Rabu, (26/02/2020).

Bacaan Lainnya

Namun sayangnya, saat Forum RT dan RW melakukan hearing dengan DPRD Kota Tangerang, dan Dinas Perumahan dan Permukiman, pengembang tidak hadir.

“Ada permasalahan yaitu tidak adanya IMB lalu sertifikat ganda dan ada beberapa rumah yang belum diserahkan sertifikatnya juga termasuk fasos fasum. Dan selama 20 tahun pihak pengembang tidak melaksanakan kewajibannya,” ungkap Ketua Forum RT dan RW Kelurahan Periuk, Heri Satrianto.

Heri mengaku, pihaknya ke DPRD Kota Tangerang agar tuntutannya segera dipenuhi oleh pihak pengembang, Karena menurutnya sudah terlalu lama masyarakat yang tinggal diperumahan tersebut tidak mendapatkan kepastian.

“Ada beberapa tuntutan kami ke pihak pengembang (PT Dian Harapan Mulia dan PT Nadia Villa) diantaranya, memperbaiki PJU, Perbaikan Jalan Utama, Drainase, menyerahkan fasos fasum, dan saat banjir siaga dan tanggap membantu Pemkot Tangerang dilingkungan Villa Mutiara Pluit dengan menyalakan pompa air yang dimiliki pihak developer,”ujarnya.

Ia juga menyatakan, pada saat bencana banjir pihak pengembang malah menghilang. Dan sebagian kewajiban pengembang dikerjakan oleh dinas PUPR kota Tangerang.

“Misalnya dengan pengerukan dan peninggian tanggul dengan menggunakan alat berat. Kalau dari pengembang hanya memberikan 2 Karung pasir,” jelasnya.

BACA JUGA:

Warga Nambo Jaya Manfaatkan Lahan Sekitar Rumah Untuk Tambah Penghasilan

Sementara, Ketua Komisi I Junadi mengatakan, Pemkot harus segera menyelesaikan permasalahan aduan warga ini, dan pihaknya akan segera mendorong pihak terkait dan komisi I akan melakukan sidak di wilayah tersebut.

“Inikan semangatnya untuk menyelesaikan masalah namun pihak pengembang tidak hadir. Boleh dikatakan pihak pengembang ini sangat nakal sudah 20 tahun tidak ada niat baik dan keadaan dilingkungan tersebut sangat memperihatinkan,” ungkapnya

Selain itu, Sekeretaris Komisi I Andri S Permana juga menambahkan, kedatangan forum RW ini adalah korban dari kebijakan yang salah. “Di lokasi tersebut adalah wilayah resapan. Jadi bukan malah sebaliknya dibangun perumahan,”tegas politisi partai PDI perjuangan tersebut kepada Redaksi24.com.

“Negara tidak boleh kalah, jangankan sama developer ecek ecek, korporasi besar saja masih bisa Kita lawan. Permasalah ini sebenarnya hanya Goodwill, kalau memang ini menjadi urgensi permasalahan di wilayah tersebut maka perlu adanya class action,” pungkasnya.

Sementara itu hingga berita ini di susun pihak pengembang belum bisa dikonfirmasi. (Agus/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.