Menuju Zero Waste, Wali Kota Serang Fungsikan Pengolahan Sampah Cilowong

oleh -
zero waste
Wali Kota Serang, Syafrudin meresmikan pengolahan dan pemanfaatan sampah di Cilowong, Kecamatan Taktakan.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota Serang menargetkan pada tahun 2023 untuk menyandang zero waste atau tidak ada pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA). Menyusul target tersebut, Pemkot Serang meresmikan program Peningkatan, Pemanfaatan Sampah Menuju Zero Waste di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Rabu (23/10/2019).

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, sebenarnya sudah diadakan kegiatan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang sejak awal dirinya dilantik. Kegiatan itu sesuai visi misinya tentang kebersihan lingkungan, juga tentang penanganan sampah.

“Kemudian dari bulan ke bulan sudah ada peningkatan penanganannya, terutama sampah liar yang ada di Kota Serang,” kata Syafrudin kepada wartawan usai peresmian.

BACA JUGA:

. Alih Fungsi Gedung Juang 45 Ditolak, Wali Kota Serang Cari Tanah Buat Perpustakaan

Syafrudin  menyebut, dari bulan Desember 2018 sampai hari ini, program zero waste sudah dijalankan di beberapa lokasi, sehingga penanganan sampah liar hanya tinggal beberapa persen lagi.

“Kemudian inovasi yang sekarang digagas dinas kingkungan hidup yang pertama pengolahan, sudah ada bank bank sampah, yang diolah TPS maupun di setiap kelurahan, tapi hari ini diadakan peningkatan serta menyajikan salah satu alat mesin pengolahan sampah, dari sampah organik menjadi pupuk, ada juga dari sampah plastik menjadi paving blok,” imbuhnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menjadikan lingkungan bersih dan masyarakat menjadi nyaman. “Mudah mudahan dengan kegiatan hari ini, peningkatan penanganan sampah bisa memberikan kenyamanan terutama pada masyarakat Kota Serang yang terutama lagi kebersihan lingkungan dari sampah,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Ipiyanto mengungkapkan, program ini adalah untuk memanfaatkan sampah sehingga bernilai ekonomis. Terkait pemanfaatan dari pengelolaan sampah, kata dia, tujuannya bukan menghilangkan sampah, tapi bagaimana memanfaatkan sampah yang ada.

“Kemudian bagaimana sampah itu bisa bernilai ekonomis, ini tinggal kami lakukan pembinaan dan sekaligus mencari pemasaran yang tepat,” ungkapnya.

Untuk yang sekarang, lanjut Ipiyanto, yang bisa dilakukan kerjasama dengan OPD terkait, misalnya dinas pertanian untuk memanfaatkan kompos yang dihasilkan dari program zero waste. Dengan begitu, kata dia, petani tidak tergantung pada pupuk dari luar.

“Kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, paling sederhana seperti pupuk dari buah busuk yang ada di Pasar Rau. Tinggal dioptimalkan pengolahannya,” jelas Ipiyanto.

Menurut Ipiyanto, pihaknya terus melakukan uji laboratorium terhadap produksi pupuk dari proram zero waste. Pihaknya juga terus berupaya agar Kota Serang memiliki laboratorium sendiri.

“Tinggal kami usulkan untuk memiliki akreditasi, nanti memiliki legalitas yang bagus,” tandasnya.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.