Menteri Kelautan Perikanan Beri Tantangan Rp50 Miliar kepada Bupati Pandeglang

  • Whatsapp
Menteri Kelautan dan Perikanan
Menteri KP Edhy Prabowo bersama Bupati Pandeglang, Irna Narulita panen udang vaname di Kecamatan Sumur.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Edhy Prabowo memberikan tantangan kepada Bupati Pandeglang, Irna Narulita untuk mengembangkan budidaya tambak udang seluas 100 hektar.

Sebab, kata Edhy, pihaknya memiliki dana bantuam dari Badan Layanan Umum (BLU) yang bisa digelontorkan bagi para petambak udang di Banten, khususnya di Pandeglang sebesar Rp50 miliar.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, secara keseluruhan bantuan pinjaman BLU anggarannya sebesar Rp 900 miliar. Untuk Pandeglang pihaknya mengalokasikan Rp50 miliar dengan bunga 3 persen.

“Karena itu saya tantang Bu Irna (Bupati Pandeglang) untuk mengembangkan budidaya tambak udang,” ungkap Edhy saat panen raya udang Vaname di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Selasa (11/8/2020).

BACA JUGA: Menteri Kelautan dan Perikanan Makan Udang Mentah di Pandeglang

Menurutnya, Pandeglang punya potensi alam yang luar biasa. Bahkan, menurut data dari Bupati Pandeglang, ada seluas 3.500 hektar lahan yang bisa digarap untuk pengembangan budidaya tambak udang.

“Panjang garis pantainya ada 380 kilometer dan potensinya belum dioptimalkan. Jadi saya menawarkan ada anggaran pinjaman di KKP dengan bungan 3 persen, kami akan coba dulu di Pandeglang untuk pengembangan tambak seluas 100 hektar,” ujarnya.

Dicontohkannya, untuk seperempat hektar tambak yang dikelola nelayan dengan penghasilan 10 ton dalam setiap panennya. Jika dikalkulasikan penghasilannya, dengan harga jual sebesar Rp60 ribu per kilo dikali sebanyak 10 ton, bisa menghasilkan Rp600 juta setiap kali panen.

“Dari penghasilan Rp600 juta itu bisa memiliki keuntungan Rp300 juta, dan sebagiannya lagi untuk upah tenaga kerja, modal dan biaya lainnya,” katanya.

Lanjut Edhy, pasar udang sekarang sangat terbuka. Namun masih mengandalkan pasar luar Negeri, karena belum dikelola dengan baik. Meski demikian, kata Edhy, pasar luar Negeri dengan total pasarnya adalah sebanyak 13 sampai 15 juta ton kebutuhan udang.

“Bahkan meski sekarang sedang musim pandemi, tapi sektor tambak udang sama sekali tidak terdampak. Bahlan harganya juga sekarang semakin bagus,” tuturnya.

BACA JUGA: Sambangi Budidaya Lobster, Dirjen KKP Dihadang Badai di Laut Panimbang Pandeglang

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, penghasilan udang vaname di Pandeglang sekarang ini audah hampir mencapai 1.600 ton, dan hal itu menjadi kebanggaan bagi Pandeglang.

Adapun lahan yang baru dioptimalkan untuk kegiatan tambak udang baru seluas 300 hektar, sisanya seluas 250 hektar masih lahan tidur.

“Memang awalnya bingung modlanya dari mana, karena tidak cukup dengan biaya yang sedikit. Tapi dengan kedatangan Menteri KP itu membawa berkah, dengan menawarkan dana pinjaman modal untuk nelayan tambak,” tuturnya.

Pihaknya juga siap menerima tantangan dari Menteri KP tersebut, yang menawarkan pinjaman modal untuk pengembangan tambak udang. Menurut Irna, tantangan itu merupakan peluang emas bagi para nelayan di Pandeglang.

“Proses pengajuannya juga cukup mudah dengan bunga relatif kecil. Ini kesempatan emas bagi nelayan bisa menjadi pengusaha udang,” tandas Irna.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.