Menteri BUMN: Saat Pandemi Kami Setor Pajak dan PNBP Rp 86 T Lebih

  • Whatsapp
Erick Thohir/ANTARA

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim, kendati di tengah kondisi sulit sehubungan pandemi COVID-19 sejumlah perusahaan BUMN tetap rajin memberikan kontribusi  pajak sebesar Rp 55,51 triliun ditambah PNBP Rp31,43 triliun  pada triwulan I tahun 2020.

“Kami tetap mensuport pemerintah dengan terus membayar pajak walau sedang masa pandemi. Di triwulan I 2020 sudah bayar pajak Rp 55,51 triliun,”ungkap Erick dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (15/7/2020).

Bacaan Lainnya

Selain itu Erick juga mengaku, BUMN sudah membayar penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp 31,43 triliun terhitung mulai Januari hingga Maret 2020, selain tidak pernah telat bayar pajak meski pandemi menggerus pendapatan perusahaan. “Ini merupakan komitmen BUMN jaga cash flow (arus kas) pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan,” ungkapnya.

Disebutkan, pada tahun 2019 total pembayaran pajak yang disetor  BUMN mencapai Rp 283 triliun ditambah PNBP sebesar Rp 136 triliun.

BACA JUGA:Pemerintah Diminta Segera Lunasi Utang ke BUMN

Di forum raker tersebut, pendiri Mahaka Group ini berharap DPR mendukung pemberian penyertaan modal negara (PMN), pencairan utang pemerintah ke BUMN, serta pinjaman modal kerja demi pastikan keberlangsungan berbagai perseroan negara.

PMN sebesar Rp 7,5 triliun dikatakan Erick dibutuhkan oleh PT Hutama Karya (persero) guna proyek pembangunan ruas tol Trans Sumatera. Kemudian, PMN PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) senilai Rp6 triliun untuk memberikan penjaminan kredit modal kerja baru untuk UMKM melalui Askrindo dan Jamkrindo.

BACA JUGA:Komisi VI DPR RI Setuju Garuda Indonesia Disehatkan Kembali

Lebih lanjut, PMN PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebesar Rp1,5 triliun untuk mendanai penyaluran pembiayaan 6,6 juta nasabah melalui program Mekaar pada 2020. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) juga disebut Erick membutuhkan PMN sebesar Rp500 miliar untuk pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang Mandalika. (Agung/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.