Mensos Akui Banyak Penerima Bansos Tidak Tepat Sasaran

  • Whatsapp
Menteri Sosial, Juliari P Batubara (baju hitam) sedang dialog dengan penerima Bansos.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Menteri Sosial Juliari P Batubara mengakui, bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) masih banyak yang tidak tepat sasaran. 

“Kalau semua sesuai data itu tidak mungkinlah. Pasti ada mis-nya berapa persen. Kita juga mendapat banyak laporan terkait itu,” katanya saat memantau penyerahan bansos di Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (23/6/2020).

Bacaan Lainnya

Juliari menerangkan, laporan soal Bansos yang salah sasaran tersebut juga telah disikapi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Tadi pagi kita rapat dengan KPK, mereka punya program jaga Bansos untuk merespon laporan tentang Bansos yang salah sasaran,” terangnya.

Juliari menegaskan, jika ada Bansos yang tidak tepat sasaran atau bahkan ada oknum yang sengaja melakukan hal tersebut, maka akan ditindak tegas. “Harus ada laporan dan bukti. Sejauh ini kalau akurat dan ada bukti, pasti ditindak. Tetapi laporan yang masuk, tidak semua betul, yang asal-asalan juga,” pungkasnya.

Prinsipnya, kata Juliari, daerah yang lebih mengetahui data-data penerima Bansos tersebut akurat atau tidak. “Daerah yang paham siapa yang menerima, kondisinya seperti apa, itu urusan daerah. Kita hanya menganggarkan dan menyalurkan. Kebetulan program ini berlanjut sampai Desember, kita harapkan yang sudah baik akan lebih baik lagi dan pandemi Covid-19 segera berlalu,” tutupnya.

Dalam kunjunganya, Juliari didampingi Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Wakil Ketua DPRD Tangsel Iwan Rahayu, jajaran kepolisian dan TNI serta lainnya.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menerangkan, Bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga Tangsel diperkirakan mencapai 100 ribu lebih.

“Terimakasih kepada Kemensos karena selama ini tidak kaku dengan data. Jadi manakala ada yang terdampak di bulan ini diajukan dan di-acc. Contohnya di Rawa Buntu ini ada salah satu keluarga yang baru terdampak tapi tidak ber-KTP Tangsel, tetap kita usulkan dan direspon langsung oleh Pak Menteri,” ungkapnya. (wvyh/Aan).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.