Menpora Berkomitmen Bangun Laboratorium Anti Doping

  • Whatsapp
Menpora Zainudin berkomitmen mendukung WADA dan LADi serta berencana membangun laboratorium anti doping
Menpora Zainudin Amali (tengah) saat mengadakan virtual meeting dari Ruang Rapat Lantai 10 Graha Pemuda Senayan Jakarta, dengan President of the World Anti-Doping Agency (WADA), Witold Banka, di markasnya di Montreal, Kanada, Rabu (7/10/2020)

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan komitmennya untuk mendukung keberadaan lembaga anti doping internasional WADA maupun Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dan berencana membangunan laboratorium anti doping pertama di Indonesia.

Komitmen  Menpora itu disampaikan saat mengadakan virtual meeting dari Ruang Rapat Lantai 10 Graha Pemuda Senayan Jakarta, Rabu (7/10/2020), dengan President of the World Anti-Doping Agency (WADA), Witold Banka, di markasnya di Montreal, Kanada.

Bacaan Lainnya

Menpora Zainudin Amali didampingi Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, Ketua LADI, Zaini Khadafi Saragih dan Sekretaris LADI, Firtian Judiswandarta.

“Selamat kepada Mr Witold Banka yang terpilih sebagai Presiden WADA yang baru, dan terima kasih atas kepedulian terhadap Indonesia dengan memulai pertemuan penting ini,” ujar Menpora mengawali pembicaraannya.

Kata dia, bentuk komitmen pemerintah terhadap lembaga anti doping adalah dengan meningkatkan rencana anggaran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sampaikan bahwa rencana keuangan dukungan terhadap LADI meningkat sekitar 500% pada tahun 2021 dan selanjutnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, diantaranya akan digunakan untuk peningkatan jumlah test doping dan pembangunan labolatorium anti doping di Indonesia,”tuturnya.

Menpora melanjutkan, “Pertimbangan utama kita akan bangun laboratoium anti doping karena selama ini untuk tes doping kita harus mengirim sample tes ke luar negeri, itu biayanya mahal sehingga berpengaruh terhadap sedikitnya jumlah sample tes doping di Indonesia.

Ke depan dengan adanya labolatorium anti doping di Indonesia saya berharap jumlah tes doping akan meningkat signifikan.”

Pemerintah, menurutnya,  sangat mendukung pelaksanaan program anti doping di Indonesia.  “Kami tidak mentolerir kasus doping sekecil apapun, jika ditemukan indikasi maka kami jatuhkan sanksi berat kepada pihak-pihak yang terlibat,”kata Menpora.

Presiden WADA, Witold Banka, mengapreasiasi pertemuan virtual dengan Menpora Zainudin yang dnilainya sebagai kesempatan guna mengajak berbagai pihak termasuk  Pemerintah Indonesia untuk bersinergi mengkampanyekan program anti doping.

Sementara itu, Ketua LADI Zaini Khadafi Saragih menyambut baik komitmen  Menpora untuk membangun laboratorium anti doping di Indonesia. Sebab, kata Zaini, saat ini jumlah labolatorium anti doping masih sangat terbatas khususnya untuk wilayah Asia.

“Di seluruh dunia hanya sekitar 30, di Asia Tenggara hanya 2 di Penang Malaysia dan di Bangkok Thailand, jadi kalau kita kirim sampel harus ke India, Qatar, atau Bangkok Thailand. Karenanya saya menyambut baik  niat Menpora membangun laboratorium anti doping,” jelasnya. (Agung/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.