Menparekraf Sandiaga Uno Resmikan Kampung Agrinek dan Pesantren Al ikhlas Argo di Cikeusik Pandeglang

oleh -
Menparekraf, Sandiaga Uno, Menparekraf Sandiaga Uno, Kampung Agrinek, Pesantren Al ikhlas Argo di Cikeusik, Pandeglang
Menparekraf Sandiaga Uno memetik slah satu hasil pertanian yang dikembangkan di Kampung Agrinek dan Pesantren Al ikhlas Argo di Cikeusik Pandeglang

PANDEGLANG,REDAKSI24.COM-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno meresmikan Kampung Agrinek dan Pesantren Al ikhlas Argo di Cikeusik Pandeglang, Selasa, (6/4/2021). Dirinya berharap agar kehadiran Kampung Agrinek atau  dengan luas 27 hektar tersebut,bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

“Dengan kehadiran pesantren-agro ini bisa memberikan kesejahteraan dengan sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Sandiaga 

Menurut Sandiaga destinasi desa wisata berbasis pendidikan dan pertanian seperti ini akan menjadi alternatif wisata pada masa pandemi, karena tren pariwisata akan berubah. Untuk itu dirinya mendorong para pelaku usaha wisata untuk mengembangkan konsep wisata era baru berbasis alam terbuka.

“Di masa pandemi sekarang ini, kami mendorong pariwisata era baru berbasis alam terbuka dan wisata minat khusus,” kata Menparekraf.

Sandiaga Uno mengatakan, pengembangan pariwisata era baru berbasis alam terbuka yang dikolaborasikan dengan pendidikan dan juga kawasan pertanian, akan menjadi solusi bagi pengembangan wisata di masa pandemi sekarang ini.

“Jadi kalau wisata di alam terbuka seperti ini tidak perlu berdesak-desakan. Bahkan kita bisa menikmati pemandangan alam sekaligus tadabur alam,” kata Sandiaga.

BACA JUGA: Tiap Tahun Dibangun, Manfaat Pasar Agro Pandeglang Belum Jelas

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga menyaksikan penyerahan pengelolaan pesantren Al -Ikhlas Agro dari pemilik kampung Agrinek kepada Ketua Yayasan Pesantren Al Ikhlas Agro yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Prof .KH Nazaruddin Umar.

Sementara KH Nazaruddin Umar mengatakan, pesantren Al-ikhlas Agro Cikeusik Pandeglang merupakan pesantren tahfidz Al quran yang ke tujuh yang dikembangkan dan satu-satunya pesantren yang mendapatkan sertifikat ISO dari sekitar 38 ribu pesantren yang ada.

“Kami akan kembangkan di daerah lain. Pesantren ini berbasis tahfidzul qur’an. Untuk tahun awal ini kami sediakan gratis biaya bagi warga sekitar Cikeusik,” kata Nazaruddin Umar.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, Kampung Agrinex merupakan suatu model pembangunan pertanian yang bersinergi antara pelaku utama dan pelaku usaha.

Ia mengatakan, agrowisata yang dipadukan dengan Pondok Pesantren akan semakin mengutuhkan proses edukasi lingkungan alam yang dikelola dengan mengedepankan kearifan lokal sehingga akan menghasilkan SDM yang unggul.

“Lebih dari 40 jenis tanaman buah yang dikembangkan di Agrinex ini. Sebagian besar sudah mulai berbuah dan bisa dinikmati,” kata Agus Tauchid.(Mulyana/Ant/Hendra)