Menko Polhukam: Kepala Daerah Terpilih Dibiayai Cukong Berpotensi Korupsi Kebijakan

  • Whatsapp
Mahfud berpendapat kepala daerah dibiayai cukong berpotensi korupsi kebijakan
Menko Polhukam, Mahfud MD, di Padang Sumbar, Kamis, berpendapat, kepala daerah terpilih yang dibiayai cukong saat pilkada berpotensi melakukan korupsi kebijakan.

PADANG, REDAKSI24.COM— Menko Polhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan) Mahfud MD berpendapat kepala daerah terpilih yang saat pilkada dibiayai  cukong atau penyandang dana berpotensi melakukan korupsi kebijakan.

“Ini akan akan lebih berbahaya dampaknya ketimbang korupsi biasa bahkan Covid-19,” ujar Mahfud pada acara ngopi bersama media di Padang, Sumbar, Kamis.

Bacaan Lainnya

Kata dia, sering setelah terpilih kepala daerah tersebut membuat kebijakan yang tidak sesuai dengan undang-undang, seperti mengeluarkan izin pertambangan yang sudah diberikan oleh pejabat sebelumnya kepada orang baru.

BACA JUGA:Achsanul Qosasi Sebut LHP-BPK Kerap Disalahgunakan Untuk Memeras Kepala Daerah

“Korupsi kebijakan ini lebih berbahaya dari korupsi biasa karena sifatnya berlanjut, kalau korupsi biasa hanya sekali, ada APBN lalu dikorupsi, dihukum lalu selesai, kalau kebijakan tidak seperti itu,”jelas Menko Polhukam.

Saat ditanya apakah ada buktinya kepala daerah yang dibiayai cukong terlibat korupsi, Mahfud menyatakan buktinya sudah banyak.

“Silakan datang ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin di Bandung, banyak tuh yang hasil operasi tangkap tangan oleh KPK, datanya lengkap di sana,”ungkapnya.

BACA JUGA:Bawaslu Tangsel Hentikan Dugaan Laporan Pelanggaran Pilkada Benyamin Davnie Karena Tidak Paham Aturan

Hal itu, lanjut menteri, juga terkonfirmasi oleh hakim peradilan pilkada saat ia menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi karena terungkap hampir semua yang terlibat pilkada kemudian berperkara mengatakan mereka dibiayai cukong.

Mahfud menyampaikan, berdasarkan data yang dikeluarkan KPK sebanyak 82 persen calon kepala daerah yang ikut pilkada dibiayai oleh cukong.

“Cukong itu dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya adalah orang yang membiayai orang lain, bahkan lebih banyak cukong-nya ketimbang calon,”katanya.

Ditambahkan Mahfud, jika sponsor orang jelas sementara cukong ini orangnya tidak kelihatan dan diam-diam.(Ikhwan/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.