Menkes Sebut Vaksinasi Melambat Akibat Pembatasan Suplai Dari Negara Produsen Vaksin

oleh -
menkes, budi, gunadi, sadikin, suplai, vaksin, vaksinasi, melambat, negara, produsen
Vaksinasi melambat karena pembatasan suplai dari negara produsen vaksin. Foto: Ilustrasi - Vaksinasi Gaspol/Dok.R24-Ozi.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyebutkan pelaksanaan vaksinasi di Indonesia akan melambat, karena akibat adanya pembatasan suplai dari negara produsen vaksin COVID-19.

Menkes Budi Gunadi menyebut lonjakan ketiga kasus aktif COVID-19 terjadi di banyak negara Eropa, dan di negara Amerika Selatan seperti Brazil, juga terjadi di  beberapa negara Asia, antaralain India, Filipina, dan Papua Nugini.

Akibatnya, imbuh Budi Gunadi, negara-negara yang mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 di dunia, yang juga produsen vaksin melakukan pembatasan suplai untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya sendiri.

Dan akibat adanya pembatasan suplai vaksin dari negara produsen itu, telah mempengaruhi stok vaksin di ratusan negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Vaksin yang tadinya tersedia untuk bulan Maret dan April masing-masing 15 juta dosis atau total 30 juta dosis, tapi kita hanya bisa dapat 20 juta dosis, atau dua pertiga,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/4/2021).

“Akibatnya laju vaksinasinya tidak secepat sebelumnya, karena memang vaksinnya yang berkurang jumlahnya,” lanjut Budi Gunadi.

Menkes menyampaikan, untuk mengatasi masalah vaksinasi melambat tersebut, pemerintah kini tengah bernegosiasi dengan negara produsen vaksin.

“Mudah-mudahan pada bulan Mei bisa kembali normal, sehingga kita bisa melakukan vaksinasi dengan rate seperti sebelumnya yang terus meningkat,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Menkes Budi Gunadi, jumlah dosis vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat sudah mencapai 12,7 juta dosis.

“Dibandingkan pekan lalu yang tembus 10 juta, kita sudah bisa menambah 2,5 juta vaksinasi per pekan, sehingga menempatkan Indonesia di posisi ke-8 dunia,” ucap Budi.

Dan jika saja tidak mengalami masalah suplai lantaran pembatasan dari negara produsen vaksin, maka Indonesia berada di posisi ke-4 negara yang sudah melakukan vaksinasi.

“Hal ini bagus untuk menjawab skeptis di banyak majalah internasional terhadap Indonesia, dan saya ucapkan terima kasih karena ini merupakan kerjasama bersama-sama,” kata Budi.

Diketahui, pemerintah rencananya akan memberikan vaksin kepada 182 juta penduduk Indonesia.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per Minggu (4/4), vaksinasi dosis pertama baru dilakukan pada 8.629.182 orang, sementara dosis kedua atau sudah menjalani vaksinasi lengkap baru diberikan pada 4.014.401 juta orang.

Jumlah tersebut masih jauh dari target sasaran vaksinasi 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap COVID-19. (ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.