Mengubah Pelayanan Lebih Efektif Tangani Covid-19 Ketimbang Bangun Faskes Baru

  • Whatsapp
Faskes, Dinkes Banten, Covid-19, Ati Pramudji Hastuti, Banten,
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti (kiri) memberi keterangan pers di Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Upaya menambah kapasitas daya tampung pasien dilakukan dengan mengubah pelayanan fasilitas kesehatan (Faskes) yang sudah ada menjadi tempat penanganan Covid-19.

“Dengan kata lain bukan membangun Faskes atau gedung rumah sakit baru,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti kepada wartawan di Kota Tangerang, Selasa (12/1/2021).

Bacaan Lainnya

Pernyataan Ati menyusul adanya keinginan dari kalangan DPRD Kota Tangerang untuk membangun Faskes baru untuk menampung pasien Covid-19 yang belakangan jumlahnya kian bertambah.

“Jadi kami memilih mengubah Faskes yang ada terlebih dahulu, karena ini lebih cepat. Misalnya kami upayakan menjadikan RSK Sitanala sebagai Faskes khusus penanganan Covid-19 di Kota Tangerang,” jelasa Ati.

Terkait adanya keinginan DPRD Kota Tangerang membangun RSUD khusus Covid-19, menurut Ati, wacana tersebut tidak dapat dilakukan saat ini. Sebab, pihaknya tengah fokus pada penanganan pandemi dengan mengubah Faskes yang sudah ada menjadi tempat penanganan Covid-19.

“Pola ini kami nilai lebih efektif dan cepat dalam upaya menanganai Covid-19,” imbuh Ati.

BACA JUGA: Dinkes Banten Bakal Tambah Faskes Perawatan Covid-19

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banten per tanggal 11 Januari 2020 untuk ruang ICU sudah terpenuhi 96 persen, ruang isolasi terisi 92 persen dan ruang isolasi seperti hotel dan puskesmas terisi 771 tempat tidur dari ketersediaan 915 tempat tidur.

“Melihat data tersebut, kami mendorong penanganan yang cepat yakni mengubah Faskes yang ada dahulu,” ujarnya.

Ati juga mengatakan jika saat ini semua Provinsi di Indonesia sedang kekurangan tenaga kesehatan. Sebab tenaga kesehatan yang ada dibagi tugas ke beberapa bidang mulai dalam penanganan Covid-19, tracing dan layanan lainnya.

Untuk di Provinsi Banten saja, menurut Ati, dokter spesialis paru hanya ada 55 orang. Padahal kebutuhan tenaga kesehatan tersebut sangat besar melayani delapan Kabupaten/Kota di Banten.

Karena itu sebagai upaya yang kini dapat dilakukan adalah penambahan tempat tidur. Pihaknya juga sudah mendorong setiap Kabupaten/Kota untuk menambah kapasitas tempat tidur dengan mengubah Faskes seperti puskesmas rawat inap sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

“Ada juga yang sudah menambah tempat tidur di hotel,  cara ini akan terus kami lakukan,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemprov Banten Mulai Distribusikan Vaksin Covid-19 ke Kota dan Kabupaten

Sementara itu, Analis Kebijakan Publik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul meminta DPRD Kota Tangerang untuk dapat lebih bijak dalam mendorong wacana pembangunan terlebih pada masa pandemi Covid-19.

“Dalam masa pandemi ini yang diutamakan adalah bangkit dulu dari pandemi,” ujar Adib.

Adib menilai upaya Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan kesehatan merupakan kebijakan yang tepat dan terarah di tengah pandemi Covid-19 yang melanda, termasuk di Kota Tangerang.

“Jika masih bisa ditingkatkan maka tingkatkan dulu untuk kondisi saat ini,” katanya.

Tak hanya itu, Adib juga mengungkapkan proses pembangunan rumah sakit akan memakan waktu yang lama dan proses yang panjang, mulai dari tahap kajian hingga pembangunan fisik konstruksi.

Karena itu peranan rumah sakit swasta yang ada di Kota Tangerang akan sangat penting untuk membantu masyarakat dalam urusan kesehatan melalui fasilitas BPJS kesehatan yang merupakan salah satu program nasional.

“Ketersediaan ranjang rumah sakit penting, tapi kalau membangun mau sampai kapan,” katanya.

Dalam penanganan Covid-19 di wilayah Tangerang Raya, Kota Tangerang memiliki jumlah tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19 sebanyak 1.672 unit, Kota Tangerang Selatan sebanyak 654 unit dan Kabupaten Tangerang sebanyak 742 unit.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.