Menengok Sejarah Islam di Masjid Agung Banten Lama

  • Whatsapp
Para wisatawan di kawasan Masjid Agung Banten Lama.

SERANG, REDAKSI24.COM– Beberapa bulan terakhir ini, berbagai tempat wisata nasional sepi dikunjungi para wisatawan karena pandemi Covid-19. Namun setelah  memasuki era new normal, lambat laun tempat wisata tersebut mulai bergairah.

Seperti yang terlihat di salah satu tempat wisata Masjid Agung Banten Lama  di kawasan Kasemen, Serang, Provinsi Banten. Kini kawasan yang menyimpan sejarah perjalanan islam di Banten tersebut mulai dibanjiri para wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. 

Bacaan Lainnya

Mayoritas diantara mereka, hadir di kawasan itu selain untuk melihat langsung potret kejayaan Banten masa lampau, juga untuk ziarah ke komplek makam Sultan Banten, diantaranya Sultan Maulana Hasanuddin yang merupakan sosok ulama besar berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di “Tanah Jawara” tersebut.

“Alhamdulillah sejak memasuki era new normal awal Oktober 2020 lalu, tempat wisata ini kembali banyak dikunjungi para wisatawan,” kata Tour Guide Banten, Sudirman kepada wartawan yang berkunjung ke kawasan Banten Lama, Sabtu (21/11/2020) sore.

BACA JUGA: Kawasan Banten Lama Bakal Punya Homestay

Lebih jauh Sudirman menjelaskan, Masjid Agung Banten, merupakan masjid tertua di Banten yang dibangun  oleh Sultan Hasanuddin atas instruksi orang tuanya Sultan Gunung Jati, sekira tahun 1500 masehi. 

Selain mendirikan Masjid Agung, dikawasan tersebut Sultan Hasanudin juga mendirikan keraton, lengkap dengan alun-alun dan pasar. ” Dulu kawasan ini merupakan ibukotanya Banten,” kata Sudirman.

Dan pada masa itu pula, kata Sudirman, Masjid Agung merupakan simbol kejayaan islam di Banten. Bahkan hingga saat ini masjid tersebut selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin berziarah atau sekedar melaksanakan salat.

Terlebih setelah kawasan itu direnovasi oleh Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2017 lalu. Nuansa ibadah di masjid Nabawi, Madinah juga menambah daya tarik bagi para wisatawan. Beberapa payung raksasa  yang berjejer di pelataran masjid dengan lantai keramik menambah indah suasana di kawasan Masjid itu.

Lorong berkanopi pun yang dapat melindungi wisatawan dari terik matahari menjadi magnet tersendiri untuk mendekat ke masjid. “luar biasa, kondisinya saat ini cukup bagus,” kata Hendra Wibisono, wisatawan asal Tangerang.

BACA JUGA: Wisata Anyer Sepi Pengunjung, Balawista Banten Tetap Lakukan Pemantauan

Dulu, kata Hendra, sebelum kawasan ini direnovasi, seperti hamparan tanah luas yang ditumbuhi rumput liar. Meski begitu di hari-hari tertentu juga banyak masyarakat yang berkunjung. ” Semasa sekolah, hampir tiap tahun menjelang bulan Ramadhan saya diajak orang tua berziarah ke sini. Tapi kondisinya belum serapi dan seindah ini,” kata dia.

Karena itu, tambah Hendra, ia berharap kepada Pemerintah Provinsi Banten agar tetap merawat dan menjaga kelestarian tempat-tempat sejarah di  Banten, khususnya kawasan masjid Agung yang merupakan sejarah masuknya agama islam di provinsi termuda di pulau jawa ini. Karena, tambah dia, dengan cara seperti itu, sejarah di Banten tidak akan mudah pupus. (Iqbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.