Menelusuri Jejak Mafia Tanah di Teluknaga Tangerang

oleh -
Mafia Tanah Teluknaga
Mirin bin Miran warga yang dicatut untuk pengurusan NIB yang diduga dilakukan oleh mafia tanah.

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM– Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil telah mengakui maraknya aksi mafia tanah di Teluknaga Tangerang. Bahkan dirinya bersama aparat kepolisian siap memerangi aksi perampasan lahan milik warga tersebut. 

Untuk membuktikannya tim Redaksi24.com pun mencoba menelusuri kebeadaan mafia tanah tersebut sekaligus mencari fakta yang diungkapkan Sofyan Djalil jika di Teluk Naga, Tangerang, tanah warga keluar Nomor Identifikasi Bidang (NIB) tanpa diketahui masyarakat. Berbekal data awal yang dimiliki tim pun menuju ke beberapa lokasi di Kecamatan Kosambi dan Teluknaga untuk mengungkap keberadaannya.

Menelusuri Keberadaan Mirin bin Miran

Dari salinan salah satu warkah yang diduga bermasalah untuk pegajuan NIB yang dipegang Redaksi24.com Salah satu warga bernama Mirin bin Miran warga Salembaran Jaya Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang mengajukan surat keterangan riwayat tanah miliknya seluas 3.945 meter persegi di Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang ke aparatur Desa Babakan Asem ada 27 Agustus 2019. Dalam warkah tersebut juga diketahui Mirin bin Miran ini juga mengajukan surat pernyataan belum bersertifikat dan surat tidak bersengketa.

Bahkan di data yan dimiliki Redaksi24.com selain di Desa Babakan Asem, Mirin bin Miran ini juga memiliki lahan seluas lebih dari  6.000 meter di Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga    

Redaksi24.com pun coba menelusuri keberadaan ‘tuan tanah’ ini di Kelurahan Salembaran Jaya dengan menemui Kuto ketua RT di tempat yang tertera sebagai tempat tinggal Mirin bin Miran.

“Oh iya ada warga saya yang bernama Mirin bin Miran, Dia dah tinggal sangat lama disini bahkan bisa disebut sebagai warga asli,” ujar Kuto.

Saat ditanyakan apakah ada warga lainnya yang bernama Mirin bin Miran, Kuto menjawab tidak ada.

Usai Kuto menunjukan keberadaan Mirin bin Miran, Redaksi24.com terkejutnya melihaat kondisi rumahnya yang  tak seperti perkiraan sebagai pria pemilik lahan hingga sepuluh ribu meter persegi.

BACA JUGA: Penegakkan Hukum Minim, Haris Azhar: Negara Harus Atasi Mafia Tanah di Tangerang 

Saat ditanyakan apakah dirinya mengajukan proses  pembuatan sertifikat untuk lahan miliknya di Desa Babakan Asem dan Desa Kampung Melayu Barat, Mirin membantahnya.

“Jangankan punya lahan hingga ribuan hektar, orang rumah ini saja masih berdiri di lahan milik orang lain,” ujar pria beranak lima ini.   

Mirin mengaku tidak mengetahui proses pengajuan beberapa surat keterangan untuk kepentingan mengajukan nomor induk bidang .Bahkan menurut Mirin dirinya tidak mengetahui dimana kantor Desa Babakan Asem dan Desa Kampung Melayu Barat.

Untuk mengkonfirmasi hal ini Redaksi24.com mendatangi kantor Kecamatan Teluknaga untuk menemui salah satu stafnya yang bernama Yadih Wiliyanto. Pria yang berstatus  ASN ini ditemui karena dalam berkas salinan warkah dengan nama Mirin bin Miran ini, dirinya saat itu berstatus sebagai Pjs. Kepala Desa Babakan Asem yang menandatangani beberapa surat keterangan di warkah.

Namun saat ditemui walaupun sempat ditunjukan ruangannya, beberapa staf yang lain mengatakan jika yang bersankutan sedang tidak ada di tempat.  

Saat hal ini coba dikonfirmasikan ke Camat Teluknaga, Zamzam Manohara, melalui Whatsapp dirinya menjawab jika kasus ini telah ditangani oleh pihak berwenang.

“Sementara permasalahan ini sudah ditangani pihak Kejati pak, beberapa pihak yang berkaitan sudah diminta keterangannya,” singkatnya

“Mohon agar kooperatifnya jaga kondusifitas proses yang sedang berjalan,”susulnya. (Tim)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.