Mendikbud Perbolehkan Sekolah Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Mendikbud Umumkan Sekolah Boleh Belajar Tatap Muka Terbatas

oleh -
mendikbud,nadiem,makarim,sekolah,tatap,muka,satuan,pendidikan
Siswa sekolah dasar (SD) mengikuti pembelajaran langsung atau tatap muka, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.(Foto/Istimewa)

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan sekolah diperbolehkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Nadiem, pembelajaran tatap muka diselenggarakan satuan pendidikan (sekolah), setelah pendidik dan tenaga kependidikan mendapat vaksinasi COVID-19 secara lengkap.

“Satuan pendidikan wajib memenuhi daftar periksa sebelum memulai layanan pembelajaran tatap muka terbatas” ujar Mendikbud Nadiem Makarim, dalam pengumuman Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Nadiem menjelaskan, pembelajaran langsung atau tatap muka terbatas ini dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Orang tua atau wali dapat memutuskan bagi anaknya untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh, walaupun sekolah sudah memulai pembelajaran langsung terbatas.

Jika berdasarkan hasil pengawasan terdapat kasus konfirmasi COVID-19, pemerintah wajib melakukan penanganan kasus dan dapat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan.

“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil dan kantor Kemenag wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan,” kata Nadiem Makarim.

Contohnya jika satu daerah atau kecamatan sedang melakukan PPKM, pembelajaran langsung di daerah itu dihentikan sementara.

“Jadi, ada berbagai macam, bukannya kita mewajibkan tatap muka, tapi kalau ada infeksi COVID-19 di sekolah itu tidak ada penutupan, itu salah. Kalau ada infeksi harus segera ditutup sementara untuk sekolahnya, dan kalau daerah sedang PPKM atau pembatasan dalam skala mikro, itu juga diperbolehkan pembelajaran tatap mukanya diberhentikan sementara. Ini poin yang sangat penting,” kata Nadiem.

 

Bukan masuk sekolah normal

Mendikbud Nadiem Makarim juga menegaskan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, berbeda dengan masuk sekolah normal atau pada umumnya.

“Masuk sekolah bukan seperti masuk sekolah biasanya. Minimal jaga jarak 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas, yang biasanya 36 sekarang hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas,” cetus Nadiem.

Dengan demikian, sekolah juga bebas memilih jika mau melaksanakan PTM hanya dua kali di sekolahnya diperbolehkan. Jika mau pecah rombongan belajar dari satu menjadi tiga juga silahkan dipecah. Pihaknya memberikan kebebasan untuk menentukan bagaimana teknis pelaksanaan PTM terbatas.

“Pada saat vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan selesai, maka harus menyediakan opsi PTM terbatas dan itu dilakukan secara bertahap. Terserah pada sekolahnya,” imbuhnya.

Sekolah juga yang menentukan apakah pelaksanaan PTM terbatas dilakukan dua hari atau tiga hari dalam sepekan. Pihaknya ingin sekolah mulai latihan pembelajaran langsung, meskipun hanya maksimal 50 persen dari kapasitas per kelas.

“Tentunya harus wajib menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak,” ucapnya.

Nadiem menyebutkan, Indonesia merupakan satu diantara empat negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang belum melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh. Sementara 23 negara lainnya sudah melakukan pembelajaran langsung.

Pembelajaran tatap muka perlu diakselerasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Bahkan sebelum vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan, pemerintah daerah tetap didorong untuk mengakselerasi pembelajaran langsung sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. (ejp)

Sumber: Antara