Mendikbud : Guru Honorer Bisa Tiga Kali Ikuti Seleksi PPPK

  • Whatsapp
Mendikbud Nadiem menyatakan guru honorer bisa mengikuti seleksi PPPK hingga tiga kali
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan pengumuman secara virtual terkait seleksi guru PPP, di Jakarta, Senin (23/11).

JAKARTA, REDAKSI24.COM— Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan guru honorer dapat mengikuti seleksi menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga tiga kali.

“Jika pada tahun sebelumnya, setiap pendaftar diberikan kesempatan mengikuti seleksi rata-rata sebanyak satu kali per tahun, bedanya pada 2021 setiap guru honorer bisa mendapatkan kesempatan untuk ikut seleksi hingga tiga kali,” ujar Nadiem dalam pengumuman seleksi guru PPPK tahun 2021 di Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian, kata Mendikbud,  jika yang bersangkutan gagal pada kesempatan pertama, maka dapat belajar lagi dan dapat mengulang ujian seleksi hingga dua kali.

“Ujian seleksinya bisa diikuti pada tahun sama pada 2021 ataupun di tahun berikutnya, karena ini merupakan suatu program berkesinambungan,” terang Nadiem.

BACA JUGA:Mendikbud Minta Siswa Tak Punya Akses PJJ Belajar di Sekolah

Kemendikbud juga menyediakan materi persiapan untuk para pendaftar. Nadiem menjelaskan hal itu dilakukan agar para guru honorer  mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengikuti seleksi tersebut.

“Jadi kita pastikan akan ada berbagai macam pelatihan daring yang bisa dilakukan secara mandiri oleh para guru honorer untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian,” tutur Mendikbud.

Pemerintah membuka kesempatan bagi guru honorer untuk dapat mengikuti seleksi PPPK pada 2021. Seleksi tersebut dibuka, karena berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud memperkirakan bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri mencapai satu juta guru, di luar guru PNS yang saat ini mengajar.

Nadiem menambahkan, pembukaan seleksi untuk menjadi guru PPPK adalah upaya menyediakan kesempatan yang adil untuk guru tidak tetap yang kompeten agar dapat mendapatkan penghasilan yang layak.(Jay De Menes/ANTARA)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.