Mendekati Pencoblosan, Potensi Pelanggaran Pilkada Meningkat

  • Whatsapp
pilkada serentak, KPU Banten, Bawaslu Banten, pelanggaran kampanye, pencoblosan,
Ketua KPU Banten, Wahyul Furqon memonitoring pelaksanaan rapid test bagi jajaran KPU.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Bawaslu Provinsi Banten menilai, mendekati hari pencoblosan pada Pilkada kabupaten/kota, potensi pelanggarannya meningkat cukup drastis.

“Sepuluh hari terakhir ini potensi pelanggaran meningkat, pengawasan diperkuat mendekati masa tenang kampanye,” ujar Ketua Bawaslu Banten,  Didih M Sudi kepada wartawan, Senin  (30/12/2020).

Bacaan Lainnya

Didih menjelaskan, Bawaslu Banten mencatat ada 107 dugaan pelanggaran Pilkada terjadi di kabupaten dan kota yang menggelar Pilkada serentak 2020, dianatranya di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan.

“Sebanyak 41 pelanggaran temuan pengawas dan 66 pelanggaran bersumber dari pengaduan,” jelasnya.

BACA JUGA: Bawaslu Banten Sebut Kampanye Terbuka Paslon Kepala Daerah Minim Pelanggaran Protokes Covid-19

Dikatakan Didih, jumlah tersebut termasuk pelanggaran protokol kesehatan sebanyak 16. Sedangkan yang masuk ke penanganan pelanggaran, kata dia, sejauh ini ada lima pelanggaran protokol kesehatan, berupa kerumunan tanpa jarak dan atau tidak memakai masker.

“Rincian pelanggarannya 3 di Kota Tangsel, Kabupaten Serang 1, Kota Cilegon 1,” katanya.

Tidak hanya itu, dari sekian banyak pelanggaran, satu diantaranya masuk ke pelanggaran pidana. Sehingga harus diselesaikan melalui putusan pengadilan.

“Khusus untuk pelanggaran pidana pemilu, satu kasus yang masuk ke pengadilan terjadi di Kota Tangsel. Saat ini sedang proses di PN (Pengadilan Negeri) Tangerang,” katanya.

Ketua KPU Banten, Wahyul Furkon mengatakan, kebutuhan penyelenggaraan Pilkada terus disiapkan, termasuk surat suara, baik di Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Pandeglang dan Kota Tangsel.

“Semua on proses. Pada waktunya pencoblosan, warga jangan takut untuk datang ke TPS memberikan hak suara. Sebab penyelenggaraan pemilihan dilakukan sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Wahyul menegaskan, pihaknya menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada serentak yang akan berlangsung 9 Desember 2020 mendatang sebanyak 70%. “Kami optimis bisa tercapai,” tandasnya.(irfan/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.