Mendagri: Redam Konflik Pilkada Dengan Isu COVID-19

  • Whatsapp
Mendagri

JAKARTA, REDAKSI24.COM. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan,  dengan mengangkat  isu penanganan COVID-19 pada ajang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 diharapkan bisa  mengantisipasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik, seperti kesukuan, agama, ras dan lainnya.

“Kita tahu kadang-kadang terjadi konflik. Sekarang saya cuma sarankan satu, kita naikkan isu. Isu sentralnya adalah peran kepala daerah dalam penanganan COVID-19 dan dampak sosial ekonominya,” ujar Tito Karnavian di forum  Rapat Persiapan Pilkada Serentak 2020 dan pengarahan kepada Gugus Tugas COVID-19 di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis.

Bacaan Lainnya

Mantan Kapolri ini juga mengingatkan, gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah  mempunyai tugas untuk meredam potensi konflik. Gubernur tentu bekerjsaama dengan jajarannya, termasuk TNI-Polri dan kepala daerah masing-masing yang akan menggelar pilkada.

“Naikkan itu (COVID-19-red) menjadi isu sentral. Naikkan oleh  provinsi, naikkan oleh jajaran TNI-Polri, jajaran BIN, jajaran tokoh-tokoh masyarakat, jajaran media semua naikkan civil society isinya adalah penanganan COVID-19. Ini akan menjadi kontestasi yang sehat adu gagasan,”ucap Mendagri, menegaskan.

Selain itu, menurutnya, dengan mengangkat  isu penanganan COVID-19 saat pilkada serentak diharpkan  dapat mengefektifkan penangan pandemi tersebut, khususnya di daerah yang menyelenggarakan pilkada.

Tito menilai,  isu penanganan COVID-19 sangat tepat digunakan bagi para calon kepala daerah untuk menarik perhatian masyarakat. Salah satunya bukan hanya membagikan kaos kepada masyarakat, tapi  bisa pula memberikan masker berlogo atau bertuliskan nomor urut ataupun nama calon.

“Jadi silakan adu cerdas berbuat maksimal. Kontestan  silakan adu gagasan, yang petahana silakan berbuat karena masyarakat yang menilai,”katanya.

Dia berharap dengan dinaikkannya isu penanganan COVID-19 pada kontestasi pilkada dapat merangsang daerah-daerah lainnya yang tidak menggelar pilkada untuk bergerak meniru para calon kepala daerah yang tengah berkontestasi.(Harianto/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.