Menaker: Pemerintah Tetapkan Upah Minimum 2021 Sama dengan 2020

  • Whatsapp
Menaker Ida menyatakan pemerintah menetapkan nilai upah minimum 2021 sama dengan 2020
Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan pemerintah menetapkan nilai Upah Minimum pada 2021 sama dengan tahun 2020.

“Kami mengeluarkan surat edaran yang isinya berupa penyesuaian terhadap penetapan nilai Upah Minimum tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum tahun 2020,”ujar Ida dalam gelar wicara virtual yang diadakan Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Gedung Graha BNPB Jakarta, Selasa.

Bacaan Lainnya

Surat edaran tersebut, menurut Ida, mempertimbangkan berbagai dasar hukum termasuk UU Nomor 13 Tahun 2003, UU Nomor 2 Tahun 2020, PP Nomor 78 Tahun 2015, PP Nomor 23 Tahun 2020, Permenaker Nomor 21 Tahun 2016, dan Permenaker Nomor 15 Tahun 2018

Kata dia, penyesuaian penetapan nilai upah 2020 itu juga didasarkan pada berbagai pandangan dan dialog atau diskusi melalui forum Dewan Pengupahan Nasional (Depenas).

Ida menuturkan, “Ini merupakan jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah dalam kondisi yang sulit dan tidak mudah.”

BACA JUGA:Menaker Prihatin Pengangguran itu Justru Lulusan SMK dan Diploma

Depenas, menurut Menaker, juga  telah melakukan kajian secara mendalam terkait dampak Covid-19 terhadap pengupahan dan menyimpulkan bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja atau buruh,  termasuk dalam membayar upah.

Dikemukakan, dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan bekerja atau buruh serta menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan nilai upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Menaker menjelaskan, penetapan Upah Minimum setelah tahun 2021 dikembalikan sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun, tambah Ida, pemerintah juga akan tetap memperhatikan kemampuan daya beli para pekerja melalui bantuan subsidi gaji.(Jay De Menes/ANTARA)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.