Menaker: Pekerja Bakal Mendapatkan Dana Subsidi Upah. Ini Syaratnya!

  • Whatsapp
Ida Fauziyah

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Menaker (Menteri Ketenagakerjaan), Ida Fauziyah, menyatakan, pemerintah menggulirkan PSU (Program Subsidi Upah) diperuntukan bagi sekitar 15,7 juta pekerja atau buruh yang memenuhi syarat.

Menteri Ida Fauziyah dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Senin (10/08/2020), menyebutkan, bantuan  diberikan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. “Pemerintah akan memberikan subsidi upah  pekerja atau buruh yang bertujuan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja atau buruh selama pandemi COVID-19,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Bantuan subsidi upah, menurutnya,  merupakan stimulus yang dikoordinasikan dan dibahas tim satgas pemulihan ekonomi nasional, Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Adapun pekerja atau buruh calon penerima manfaat harus memenuhi beberapa syarat. Yaitu WNI  (warga negara Indonesia) yang dibuktikan dengan nomor induk kependudukan, anggota dan tercatat sebagai peserta di BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan kartu kepesertaan.

BACA JUGA:Wacana Penyaluran Bansos ke Pegawai Swasta Dipertanyakan Komisi XI

Kemudian peserta aktif membayar iuran BPJS Ketengakerjaan dihitung berdasarkan upah di bawah 5 juta sesuai yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu calon peserta harus memiliki rekening bank aktif dan tidak termasuk peserta penerima manfaat kartu prakerja dan membayar iuran hingga Juni 2020.

“Nantinya penyaluran subsidi upah dilakukan dengan memindahbukukan dari bank penyalur ke rekening penerima melalui bank-bank BUMN yang terhimpun di Himbara,” jelas Ida Fauziyah.

Menurutnya, data calon penerima bantuan diperoleh dari BPJS Ketenagakerjaan.  Batas waktu pengambilan data adalah 30 Juni 2020, sehingga hanya peserta yang sudah terdaftar hingga batas waktu tersebut, dan telah memenuhi persyaratan lain, yang berhak menerima subsidi upah. Mekanisme subsidi upah diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar Rp600 ribu per bulan dengan total Rp2,4 juta yang diserahkan  setiap dua bulan sekali.

“Artinya dalam sekali pencairan subsidi diterima Rp1,2 juta,”kata dia. Rencananya pemerintah akan menggulirkan bantuan bagi 15.725.232 pekerja.

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, menambahkan, bantuan subsidi upah melengkapi semua bantuan yang sudah dijalankan pemerintah, yakni bansos Keluarga Harapan, kartu sembako dan bantuan bagi karyawan yang di-PHK. (Rangga/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.