Menag: Keselamatan Jemaah Umrah Hal Paling Utama

  • Whatsapp
jamaah umrah
Barang-barang calon jamaah umrah yang gagal berangkat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

JAKARTA, REDAKSI24.COM—Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan untuk sementara menangguhkan masuknya wisatawan ke negaranya, baik untuk tujuan umrah atau kunjungan wisata. Kebijakan ini dikeluarkan hari ini oleh Menteri Haji dan Umrah. Salah satu alasannya adalah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Menteri Agama Fachrul Razi memahami dan menghormati kebijakan yang dikeluarkan Arab Saudi. Menurutnya, kebijakan itu diambil tentu dengan mempertimbangkan kepentingan umat yang lebih besar. Saudi juga bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan masyarakatnya, sekaligus mengamankan kelangsungan ibadah haji pada Juni-Agustus 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat memahami kebijakan tersebut. Apalagi, kebijakan itu bertujuan untuk memberi perlindungan kepada jemaah. Kesehatan jemaah umrah kita adalah hal utama,” tegasnya

“Kami mengimbau agar calon jemaah umrah dapat memahami kebijakan Saudi dan sikap Pemerintah, demi kebaikan jemaah itu sendiri,” lanjutnya.

BACA JUGA:

Manfaatkan Isu Virus Corona, Petugas Gerebek Pabrik Masker Ilegal di Cilincing Jakarta

Cegah Mewabahnya Virus Corona, Arab Saudi Hentikan Sementara Perjalanan Umrah

Sementara itu Penyelenggara haji dan umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak meminta agar para agen travel umrah, dan juga masyarakat khususnya calon jama’ah umrah agar tidak menyalahkan siapa-siapa terkait kebijakan pemberhentian sementara umrah yang diberlakukan Pemerintahan Arab Saudi.

Menurut, Kasi PHU Kemenag Lebak Humaedi Hakim mengatakan, pihaknya akan mengikuti seluruh arahan Kemenag RI, terkait kebijakan Arab Saudi mengenai penghentian sementara umrah akibat wabah virus Corona. Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintahan Arab Saudi tersebut merupakan hal yang wajar untuk mengantisipasi maraknya penyebaran virus Corona. Sehingga katanya, masyarakat dan juga agen travel tidak perlu menyalahkan pihak manapun terkait kebijakan tersebut.

“Kebijakan ini untuk antisipasi musibah penyebaran virus Corona, maka para calon jama’ah dan perusahaan travel jangan salahkan siapa-siapa terkait kebijakan ini,” kata Kasi PHU, Minggu (1/03/2020).

Ia menjelaskan, kebijakan itu berdampak pada penundaan calon jemaah haji di bawah bimbingan travel sekitar 15 hari.

“Bukan dibatalkan, ini penundaan sampai batas waktu Arab Saudi merasa siap dan clear, karena bagaimanapun calon jemaah umrah yang paling banyak kan dari Indonesia,” kata Humaedi Hakim.

Namun, pihak PHU Kemenag tidak mempunyai data berapa jumlah calon jemaah yang sudah siap berangkat dalam waktu dekat. Pasalnya, pihak travel Ma’rifat secara rutin melaporkan per tahun.

“Bisa mengkonfirmasi langsung kepada travel umrah di Lebak yang ter-SK-kan oleh Kemenag yaitu hanya satu cabangnya yaitu travel Ma’rifat,” katanya.(Yusuf/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.