Menag Hentikan Seluruh Kegiatan Keagamaan dan Kemasyarakatan

oleh -
Menag Yakut Cholil Qoumas keagamaan surat edaran kemasyarakatan rumah ibadah covid-19
Menag Yakut Cholil Qoumas mengeluarkan surat edaran pembatasan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di rumah ibadah, Selasa (15/6/2021).

YOGYAKARTA, REDAKSI24.COM – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran (SE) yang mengatur pembatasan kegiatan masyarakat di rumah ibadah. SE Menag dimaksudkan untuk membantu mengatasi lonjakan COVID-19 yang dibarengi munculnya varian baru.

Melalui surat Nomor SE 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah yang ditandatangani Selasa (15/6/2021), Menag berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di daerahnya.

“Surat edaran sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan rantai penyebaran COVID-19 di rumah ibadah,” ujar Yaqut dalam keterangan tertulisnya di Yogyakarta, Rabu (16/6/2021).

Menag menjelaskan kegiatan keagamaan di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari COVID-19. Penetapan perubahan wilayah zona dilakukan pemerintah daerah masing-masing.

“Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan, sementara di daerah zona merah dan oranye sampai kondisi memungkinkan,” ujar Menag.

BACA JUGA: Mendagri Ingatkan Kantor di Zona Merah COVID-19 Wajib WFH

Menag menegaskan kegiatan peribadatan di rumah ibadah di daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran COVID-19, hanya boleh dilakukan warga lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.

Untuk teknis pelaksanaannya, Kementerian Agama sudah mengatur hal tersebut melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan COVID-19 pada Rumah Ibadah.

Kepada jajarannya di tingkat pusat, Menag juga minta untuk melakukan pemantauan pelaksanaan surat edaran itu secara berjenjang.

Demikian juga para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, dan pengurus rumah ibadah juga diinstruksikan melakukan pemantauan.

“Lakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan Satuan Tugas COVID-19 setempat,” jelasnya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.