Memotret Pilkada Kotak Kosong, Bawaslu Gowa Sulsel Studi Banding Ke Kota Tangerang

  • Whatsapp
Bawaslu Gowa
Bawaslu Gowa Sulsel Studi Banding Ke Kota Tangerang

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM,-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan studi banding ke Bawaslu Kota Tangerang, terkait pengawasan pelaksanaan Pilkada yang diikuti peserta tunggal.

Lantaran, pada Pilkada serentak 2020 yang bakal digelar 9 Desember mendatang, Kabupaten Gowa hanya diikuti satu kontestan yaitu petahana Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo yang menggandeng pasangan periode pertama, Abdul Rauf Malaganni Karaeng Kio.

Bacaan Lainnya

Diketahui, Adnan adalah putra dari mantan Bupati Gowa dua periode, almarhum Ichsan Yasin Limpo. Dan masih keponakan dari Syahrul Yasin Limpo, mantan Gubernur Sulsel yang kini Menteri Pertanian. 

“Kami melihat Kota Tangerang sukses pada Pilkada 2018 lalu. Kami minta masukan dari Bawaslu sini (Kota Tangerang) dalam mengawasi Pilkada calon tunggal” ujar Samsuar Saleh, Ketua Bawaslu Kabupaten Gowa, di Kantor Bawaslu Kota Tangerang, Sabtu (24/10/2020). 

Menurut Samsuar, masukan dari koleganya di Kota Tangerang sangat perlu, terutama terkait strategi pengawasan dan penanganan pelanggaran dalam setiap tahapan pelaksanaan Pilkada.

“Tentu Pilkada lawan kotak kosong ini pertama kali di Gowa. Dan dinamika permasalahan yang muncul pastinya juga berbeda dengan Pilkada banyak calon,” katanya.

Sementara, Ketua Bawaslu Kota Tangerang, M. Agus Muslim menyambut baik kunjungan rekannya dari Bawaslu Gowa. Kata Agus, dalam pelaksanaan Pilkada calon tunggal secara prinsip sama dengan Pilkada calon banyak. Hanya saja, lanjut dia, dalam Pilkada lawan kotak kosong menimbulkan potensi lebih besar ketidaknetralan aparatur sipil negara atau ASN.

“Itu catatan tebalnya. Apalagi petahana calon tunggal itu. Sehingga keterlibatan birokrasi menjadi fokus pengawasan,” ungkap Agus.

Disebutkan Agus, sebagai lembaga penyelenggara Pemilu dalam hal pengawasan, Bawaslu dituntut profesional, cekatan dan efektif dalam melakukan pengawasan, baik pencegahan maupun penindakan.

“Kuncinya adalah ajeg pada aturan, dan berani menindak siapapun yang melanggar. Ini penting, untuk memastikan Pilkada yang berkeadilan dan bermartabat,” Ucapnya. (Ejp/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.