Membangun Pantura Tangerang Butuh Investor yang Tak Menyakiti Masyarakat

oleh -
Membangun Pantura Tangerang Butuh Investor yang Tak Menyakiti Masyarakat
Diskusi Publik dengan tema 'Menata Pantura Sebagai Gerbang Indonesia di Banten' yang digelar Forum Diskusi Wartawan Tangerang (FDWT) di Pendopo Tamansari Lippo Karawaci, Rabu, (24/11/2021).

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM– Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, M. Nawa Said Dimyati menegaskan dengan minimnya anggaran yang dimiliki pemerintah, maka untuk melakukan pembangunan daerah termasuk di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang membutuhkan keberadaan para investor. Namun menurut pria yang akrab disapa Cak Nawa ini , kehadiran investor tersebut tidak boleh menyakiti masyarakat.  

“Yang perlu diperhatikan oleh semua pihak, pemerintah maupun masyarakat, investasi hadir untuk menata bukan untuk menyakiti masyarakat,” tegas politisi dari Partai Demokrat ini saat menjadi pembicara dalam acara Diskusi Publik dengan tema ‘Menata Pantura Sebagai Gerbang Indonesia di Banten’ yang digelar Forum Diskusi Wartawan Tangerang (FDWT) di Pendopo Tamansari Lippo Karawaci, Rabu, (24/11/2021).

BACA JUGA: Pengamat: Warga Pantura Kabupaten Tangerang Sudah Menderita Akibat Mafia Tanah, Lindungi Jangan Dipingpong

Untuk itu menurut Cak Nawa dalam melakukan usahanya para investor tersebut harus memperhatikan kondisi sosial ekonomi serta kultur masyarakat sehingga bisa bersinergi dengan baik. 

BACA JUGA: BPP-KTT Klaim Deklarasi Kota Baru Tangerang Tengah Keinginan Masyarakat Kearah Lebih Baik

“Yang jelas konsep pembangunan itu adalah meningkatkan derajat masyarakat, jangan sampai atas nama pembangunan justru masyarakat asal tercerabut dari akarnya. Mereka harus menyingkir ke daerah lain. Dan yang lebih parah lagi jika akibat kepindahan ini justru kehidupan masyarakat semakin sulit,” tegas Cak Nawa.

BACA JUGA: Ribuan Buruh Duduki Kantor Disnakertrans Kabupaten Tangerang

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pembicara lainnya yakni Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul. Menurut Adib bahwa pembangunan di wilayah Pantura Tangerang ini tak bisa lepas dari kata investasi. Namun sayangnya terkadang para stakeholder atas nama investasi seolah membuka ruang dengan tidak memperhatikan jari-jari yang sudah ditetapkan, sehingga tak heran sering kali muncul isu tentang dugaan praktik mafia tanah.

“Investasi itu perlu, tapi jangan ugal ugalan, investasi tidak harus menyakiti, jangan sampai masyarakat menjadi korban,” tegas Adib. 

Menurut pria Adib pemerintah sebagai pemilik kebijakan harus bisa mengatur masuknya para investor ini sehingga tidak mendatangkan permasalahan dengan masyarakat. Pemerintah menurut Adi harus bisa memastikan keberadaan para investor dalam menjalankan bisnisnya bisa mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Yang jelas para investor ini tidak boleh menafikan keberadaan masyarakat asalnya,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Taufik Emil mengungkapkan, keberadaan para investor ini sangat dibutuhkan pemerintah dalam melakukan pembangunan dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan luasnya wilayah serta terbatasnya anggaran yang ada tentunya keberadaan para investor ini bisa membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan.

“Pemda juga wajib membangun wilayah-wilayah yang tidak terjamah dengan investasi, mau itu wilayah yang berdampingan, tengah ataupun utara,” ucapnya.

“Pemda akan memprioritaskan membangun wilayah-wilayah yang tidak terjamah  investasi, mau itu wilayah yang berdampingan, tengah ataupun utara,” ucapnya.

Sedangkan terkait adanya gesekan antara investor dan masyarakat dirinya dalam hal ini sebagai perwakilan dari pemda akan menindaklanjuti masalah investasi dan arah pembangunan di Pantura dengan kajian. Hal ini dilakukan agar nantinya investasi yang dilakukan ini bisa mensejahterakan masyarakat. 

“Tentunya kami akan melakukan evaluasi terkait proses pembangunan ini, termasuk kami juga akan mengevaluasi para investor apakah keberadaanya benar-benar bisa mensejahterakan masyarakat,” ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang Kabupaten Tangerang ini. (Deri/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.