Melanggar PSBB di Tangerang Raya Bakal Didenda Atau Kerja Sosial

  • Whatsapp
PSBB Tangerang Raya
Check Poin PSBB Jilid II di Kota Tangerang bakal diperketat dengan adanya sanksi denda atau kerja sosial.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio menyebut diperpanjangnya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Jilid II di wilayah Provinsi Banten, dalam hal ini Tangerang Raya harus dilakukan secara tegas. Jika tidak, menurutnya, pemerintah hanya melakukan hal sia-sia.

Diketahui Pemerintah Provinsi Banten resmi mengeluarkan surat pernyataan untuk memperpanjang PSBB di wilayah yang menjadi zona merah penyebaran virus Corona. Perpanjangan PSBB di Banten lebih dikhususkan untuk kawasan Tangerang Raya.

Bacaan Lainnya

Namun upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten dianggap hanya sia- sia saja tanpa adanya sanksi tegas. “Ya harus tegas. Jika tidak tegas buat apa dilakukan kembali karena hasilnya pasti akan sama saja,” ungkap Agus Pambagio saat dihubungi Redaksi24.com Sabtu (16/5/2020).

Bahkan Agus menyebut, meskipun dalam kondisi sulit seperti saat ini, Pemerintah tidak dibenarkan bersikap lembek terhadap kebijakan yang mereka pilih. Seperti halnya menjatuhkan denda bagi para pelanggar PSBB.

“Denda, itu kan sanksi. Denda itu ada untuk membuat masyarakat waspada agar tidak keluar rumah. Tapi kalau pemerintah tidak berani atau tidak memberi keputusan tegas buat apa dibuat kembali aturan,” ujarnya.

Agus menegaskan, tanpa ada ketegasan dari pemerintah PSBB tidak perlu dilakukan untuk menangani wabah virus Covid-19. “Jadi ini tidak akan pernah selesai jika pemerintahnya tidak tegas. Jika tidak ada keberanian ya sudah biarkan saja. Toh nanti kalau tertular mereka yang rugi. Dan yang kuat bertahan hidup,” tandasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang secara resmi memberikan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 di wilayahnya. Pemberian sanksi tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Tangerang No 29 tahun 2020 tentang pengenaan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan PSBB dalam penanganan Covid-19 di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah menjabarkan, peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan physical distancing, social distancing, dan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

“Selain itu untuk memberikan kepastian hukum pemberian sanksi serta optimalisasi PSBB dalam mencegah bertambahnya angka penyebaran,” jelas Arief.

Secara rinci, Asisten Tata Pemerintahan Pemkot Tangerang, Ivan Yudhianto menjelaskan, tentang kewajiban setiap masyarakat maupun pedagang untuk senantiasa menggunakan masker apabila berkegiatan di luar rumah. Jika kedapatan tidak menggunakan masker maka akan diberikan sanksi.

“Sanksinya bisa berupa sanksi sosial yaitu membersihkan fasilitas umum selama dua jam. Atau penyitaan kartu identitas serta denda sebesar 50.000 rupiah. Pemberian sanksi dilakukan petugas Satpol PP didampingi kepolisian,” tambahnya.

Selain masyarakat, lanjut Ivan, dalam Perwal tersebut juga dijelaskan tentang pemberian sanksi bagi pelaku usaha, pengguna kendaraan bermotor, transportasi umum serta kegiatan sifatnya pengumpulan massa yang melanggar aturan PSBB. (Iqbal/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.