Megawati Minta Presiden Jokowi Jangan Manjakan Generasi Milenial

  • Whatsapp
Ketua Umum PDIP Megawati meminta Presiden Jokowi jangan memanjakan generasi milenial
[Tangkapan layar]. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan pada acara peresmian 13 kantor PDIP baru, patung Bung Karno, dan sekolah partai secara virtual, di Jakarta, Rabu (28-10-2020).

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta kepada Presiden Joko Widodo agar jangan memanjakan generasi milenial.

“Jangan memanjakan anak muda, dibilang generasi kita adalah generasi milenial. Saya mau tanya hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi membuat kita sudah viral tanpa harus bertatap langsung?” ujar Megawati dalam acara peresmian kantor PDIP secara virtual, di Jakarta, Rabu.

Bacaan Lainnya

Menurut Megawati, generasi milenial hanya bisa berdemonstrasi, salah satunya demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja beberapa hari lalu.

“Apa sumbangsih kalian terhadap bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja,” ucapnya.

BACA JUGA:Anggota DPR RI Ananta Wahana Gandeng Milenial Sebagai Pelopor Jernihkan Isu di Masyarakat

Petinggi parpol berlambang bantengmoncong putih  ini menyayangkan demonstrasi yang berlangsung beberapa hari terakhir diwarnai terjadinya perusakan berbagai fasilitas publik, seperti halte Transjakarta dan moda raya terpadu (MRT).

Megawati pun kembali mempertanyakan apakah dalam berunjuk rasa atau berdemonstrasi diperbolehkan melakukan perusakan.

“Masa (generasi milenial) hanya demo saja. Nanti saya di-bully ini (tapi) saya enggak peduli, hanya demo saja ngerusak, apakah ada dalam aturan berdemo? Boleh saya kalau mau debat,” tuturnya.

Kata Megawati, demonstrasi atau berunjuk rasa memang diizinkan dan diperbolehkan sejak era reformasi.

Namun, sekali lagi Megawati menegaskan, tak ada aturan yang mengatur diperbolehkannya perusakan terhadap fasilitas umum.

“Ada aturan dalam demo diizinkan karena ketika reformasi, kita masuk ke dalam alam demokrasi, ya. Tapi adakah, jawab, aturannya bahwa untuk merusak? Nggak ada. Kalau ada orang bilang ada Bu, mana dia, sini, sini kasih tahu sama saya,” pungkas Presiden ke-5 RI itu.(Syaiful/ANTARA/Jay De Menes)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.