Matel Berseragam Satpol PP Rampas Motor Milik Pelajar di Lebak

oleh -
Ilustrasi

REDAKSI24.COM—Debt collector atau biasa disebut masyarakat Mata Elang (Matel), kembali melakukan aksi perampasan di Jalan Raya Pandeglang- Rangkasbitung, tepatnya di Pom Bensin Cibuah Sampay. Dengan mengenakan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku sukses merampas satu unit motor Yamaha Mio GT yang tengah dibawa seorang pelajar.

” Saya diberhentikan oleh sekelompok Matel sejak Rabu pekan lalu di depan Pom Bensin Cibuah. Karena saya takut akhirnya unit yang dibawa terpaksa diserahkan ke debt collector yang mengaku dari kantor leasing di Rangkasbitung,” kata Aldi saat ditemui di kediamannya, Senin (15/7).

Aldi mengaku peristiwa yang terebut Ia alami pada Rabu (10/7/2019) lalu sekitar pukul 14.00 WIB saat hendak menuju rumah selepas dirinya pulang sekolah. Tiba-tiba di tengah jaan dirinya dihentikan oleh 4 orang yang mengaku sebagai debt collector. Karena takut Aldi pasrah menyerahkan motornya. Terlebih fisik keempat oknum debt collector tersebut tinggi dan terkesan menakutkan.

“Saya panik, dan dipaksa suruh menyerahkan unit. Sebab, kalau tidak menyerahkan akan di pukuli. Karena salah satu dari mereka sudah mengangkat baju saya. Terlebih satu diantara mereka menggenakan baju Satpol PP yang bertuliskan Kabupaten Pandeglang,” kata Aldi.

Sementara, Orang tua Aldi, Didin mengaku setelah mengetahui motor milik anaknya dirampas oleh beberapa debt collector atau matel dirinya langsung ke pihak salah satu leasing, yang ada di Rangkasbitung. Namun parahnya pihak leasing tidak mengaku menarik kendaraan milik anaknya.

“Saat kami datang ke leasing yang disebutkan oleh anak saya, ternyata kendraan tersebut dikatakan salah satu petugas tidak ada, silahkan di cek,” kata Didin menyerukan ungkapan salah satu petugas Leasing.

Menurutnya, matel sudah membuat masyarakat resah. Padahal ia baru saja menunggak empat bulan dan Itupun akan dibayarkan jika sudah ada uang pengganti. Sebab, kemarin-kemarin pihaknya telah tertimpa musibah gagal panen.

” Saya kecewa lantaran, pihak leasing tega mengambil kendaraan yang digunakan anaknya sepulang sekolah di jalan raya. Padahal saya pembayarannya lancar setiap bulannya, hanya karena lewat empat bulan langsung di ambil saja. Sedangkan bulan depan akan saya lunasi,” kata Didin.

Dia menjelaskan, untuk angsurannya tinggal sisa empat bulan lagi dan itupun sudah ada komitmen dengan yang biasa menagih.

“Gara-gara matel, sekarang kendaraan saya tidak bisa ditemukan. Saya minta aparat yang berwenang berantas pekerja debt collector jalanan,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Dayat mengaku bahwa pihaknya sudah beberapa hari melihat keadaan di sekitaran Pom Bensin Sampay. Bahkan, sudah mendampingi korban ke Leasing yang disebutkannya.

“Jika mereka kembali mangkal disekitaran Desa Cibuah, maka kami akan mengusir dan melaporkannya ke pihak berwajib,” kata Dayat.

Selain itu pihaknya menghimbau jika masyarakat menemukan sekelompok Matel di sekitaran Desa Cibuah, jangan dulu main hakim sendiri. Lebih baik dilaporkan ke pihak yang berwenang yakni, aparat penegak hukum. (Yusuf/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *