Masuk Daerah Rawan Bencana, BMKG Teliti Kondisi Tanah Kota Serang

  • Whatsapp
bmkg wali kota serang
Wali Kota Serang,, Banten, Syafrudin berdiskusi dengan BMKG terkait maving daerah rawan bencana.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan melakukan penelitian kondisi tanah di Kota Serang, Banten. Rencana itu menyusul masuknya Kota Serang sebagai daerah rawan bencana di Indonesia pada tahun 2020. Selain itu, masuknya ibu kota Banten sebagai daerah rawan bencana berdasarkan dari perkiraan cuaca ektrem yang akan terjadi sepanjang Januari sampai Februari 2020.

“Saat ini sudah masuk musim penghujan, bila intensitasnya tinggi, yang harus diwaspadai adalah banjir dan tanah longsor di kawasan perbukitan,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Tangerang, Suwardi usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Serang di Puspemkot Kota Serang, Rabu (15/1/2020).

Bacaan Lainnya

Tujuan dari penelitian tersebut, lanjut Suwardi,  untuk mengukur sensitivitas kondisi tanah di Kota Serang dengan menggunakan alat deteksi gempa. Hasilnya nanti kemudian akan dilaporkan kepasa Pemkot Serang.

BACA JUGA:

. Musisi Kota Serang Ngamen untuk Bantu Korban Banjir Lebak

. Warga Curug dan Walantaka Siapkan Tahi Ayam Buat Wali Kota Serang

. Bantu Korban Banjir, Wali Kota Serang Serahkan Rp 67 Juta ke Bupati Lebak

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Diat Hermawan mengungkapkan, kawasan rawan bencana longsor di Kota Serang terdapat di Kecamatan Taktakan. “Kalau untuk gunung meletus atau bencana karena industri tidak akan terjadi di Kota Serang, namun jika terjadi, Kota Serang akan terkena dampaknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang, Syafrudin menyambut baik apa yang akan dilakukan BMKG. Sebab, kata dia, pada tahun lalu Kota Serang dilanda bencana longsor yang terjadi longsor di Kecamatan Taktakan.

“Hasil dari penelitian BMKG nanti akan menjadi referensi bagi pembangunan di Kota Serang,” jelas Syafrudin.

Selain longsor, Syafrudin mengakui, Kota Serang rawan bencana banjir, terutama di Kecamatan Kasemen. “Kecamatan Kasemen kawasan pantai yang rawan banjir rob (air laut pasang),” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.