Masker Yang Ditimbun di Tangerang, Ternyata Akan Dikirim Ke Luar Negeri

  • Whatsapp
Polda Metro Jaya grebek lokasi penimbunan masker di Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM+ Setelah melakukan penggrebekan, Polda Metro Jaya (PMJ) pastikan ratusan ribu masker yang diduga ditimbun di Tangerang diketahui tidak mengantongi ijin edar dan rencananya rencananya akan dikirim ke luar negeri.

Pengungkapan itu dilakukan berawal dari sulitnya mencari masker di berbagai wilayah, termasuk Tangerang, sehingga masyarakat merasa cemas, Karena meskipur masker di dapat harganya melambung tinggi.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal itu petugas Polda Metro Jaya, melakukan pengecekan lapangan dan mencari tahu penyebab sulitnya mendapat masker, sehingga pada Selasa (3/3/2020), Dirkrimsus Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang di kawasan Neglasari, Kota Tangerang. Ditempat itu petugas menyita 600 ribu pcs masker yang diduga ditimbun dan hendak dikirim ke luar negeri.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol, Yusri Yunus mengaku geram atas adanya temuan tersebut. “Di dalam negeri kita sedang mengalami kelangkaan masker, tetapi disini mereka akan mengirim masker itu ke luar negeri,” kata Yusri di gudang PT MJP Cargo, Rabu (4/3/2020).

Bahkan, lanjut Yusri, dari ratusan ribu masker yang disita petugas belum mengantongi ijin edar dari Kementerian Kesehatan RI. “Kami sudah cek dan mereka belum punya ijin edar atas masker itu. Bahkan mereka juga sudah melakukan ekspor barang (masker) sebanyak 3 kali selama adanya isu suspeck Corona,” ujarnya.

BACA JUGA:

Ditkrimsus Polda Metro Jaya Kembali Amankan Ratusan Ribu Masker Ilegal di Tangerang

Lebih jauh Yusri mengatakan, meski saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kedua orang pemilik gudang, proses hukum tetap berjalan.

“Kami amankan dua orang pemilik yakni W dan H. Kami masih memeriksa tujuan mereka, apakah mereka mencari keuntungan atau bagaimana,” ucapnya.

Yusri menambahkan adanya penggerebekan yang dilakukan di Tangerang bermula saat tim melakukan pengecekan di lapangan terkait langkanya masker dan mahalnya harga pasaran.

“Kami survei dan tim langsung melacak hingga di Tangerang ini. Jadi saat kita survei masker jarang ada dan sekalinya ada harganya cukup mahal, ini kan disebabkan oleh langkanya barang makanya harga mahal,” pungkasnya. (Igbal/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.