Masih Ditemukan Makanan Mengandung Pewarna Tekstil di Kabupaten Tangerang

oleh -
makanan, loka pom, dinkes, kabupaten tangerang, pewarna tekstil, idul fitri 1442 h,
Petugas Dinkes dan Loka POM Kabupaten Tangerang mengecek produk makanan di pusat perbelanjaan AEON Mal Kecamatan Pagedangan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Sebanyak 27 sampling pangan diuji pada kegiatan intensifikasi pengawasan pangan jelang Idul Fitri Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Loka POM Kabupaten Tangerang, Banten, di Pasar Modern Intermoda, Kecamatan Cisauk dan AEON Mall Kecamatan Pagedangan, Jumat (7/5/2021).

Kegiatan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat​, khususnya di Kabupaten Tangerang menjelang Idul Fitri kebutuhan pangan jajanan ada peningkatan, agar membeli makanan yang aman dan memenuhi syarat kesehatan.

Kepala LOKA POM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri mengatakan, pengawasan dilakukan secara rutin, namun menjelang Ramadhan dan Idul Fitri pengawasan dilakukan secara intens.

“Pengawalan keamanan pangan sudah dilakukan dari awal April, dan kami akan terus lakukan pengawalan keamanan pangan sampai sehabis lebaran,” ujar Widya Savitri.

Ia juga menjelaskan, pada awal April sudah dilakukannya pengawasan terhadap 17 sarana distribusi/ritel dan 95 persen masih tidak memenuhi ketentuan.

“Temuan-temuan terhadap pangan yang beredar terutama pangan olahan, yaitu pangan kadaluarsa, pangan kemasan rusak dan didominasi pangan tanpa izin edar,” jelasnya.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Petugas POM Kabupaten Tangerang Temukan Makanan Berbahaya

Selain itu, juga dilakukannya pengawasan takjil selama bulan Ramadhan, tetapi dari tahun ke tahun sudah menurun yang tidak memenuhi syarat. Pihaknya melakukan pengecekan terhadap 4 bahan berbahaya yang sering disalahgunakan yaitu yaitu Formalin, Boraks, Methanil yellow, dan Rhodamin B.

“Sejauh ini kami menilai pelaku usaha sudah mulai menaati peraturan yang berlaku terkiat keamanan pangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Tangerang, Desi Tirtawati mengatakan, pengawasan yang bertujuan untuk melindungi masyarakat​ dalam hal ketahanan pangan khususnya menjelang Idul Fitri ini, menghasilkan satu sampel yang tidak memenuhi syarat lolos uji, yaitu kue apem yang diduga mengandung Rhodamin B.

“Kami sampling 27 sampel jenis dan kami menemukan satu yang tidak memenuhi syarat yaitu kue apem, yang diduga positif rhodamin b atau pewarna tekstil,” ungkap Desi.

Ia melanjutkan, pada retil pemeriksaan lebih terfokus dalam mengecek label pangan. Seperti pemeriksaan PIRT apakah izin edarnya masih berlaku, dan sudah memenuhi ketentuan atau tidak.

“Karena terkadang masih ada beberapa label pangan yang tidak memenuhi ketentuan, seperti tidak adanya label kadaluarsa,” jelasnya

Dia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih makanan yang hendak dikonsumsi. “Pastikan Cek-KLIK sebelum membeli, yaitu cek Kemasan, cek Label, cek Izin edar dan cek Kadaluarsa produk,” tandasnya.(IKP/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.