Masih Banyak Warga yang Belum tahu Visi Misi, SMSI Sarankan Paslon Manfaatkan Media Massa untuk Kampanye di Masa Pandemi

oleh -

PANDEGLANG,REDAKSI24.COM–Demi meningkatkan jumlah partisipasi pemilih dalam Pilkada, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Pandeglang meminta pasangan calon yang akan berkompetisi aktif melakukan kampanye dan penyampaian visi misi kepada masyarakat. 

“Masyarakat membutuhkan informasi apa yang akan dilakukan paslon jika kelak terpilih. Namun hingga saat ini masih banyak warga yang tidak tahu apa gagasan penting paslon sebenarnya karena para paslon belum memanfaatkan masa kampanye ini secara optimalkan” kata Ketua SMSI Pandeglang, Muhaemin,  Kamis, (12/11/2020)

Muhaemin mengatakan kampanye pada Pilkada serentak ini memang tidak bebas mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Namun begitu pandemi Covid-19 tidak tepat dijadikan alasan oleh paslon tidak berkampanye karena penyelenggara Pemilu sudah membuat regulasinya. “Banyak ruang yang bisa dipakai paslon seperti berkampanye lewat media massa khususnya media siber,” beber mantan Ketua PWI Pandeglang ini.

Muhaemin menambahkan, cerita sukses calon kepala daerah yang piawai menggunakan media massa khususnya siber sudah sangat banyak salah satunya  Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin. 

“Saat Rakernas SMSI I di Anyer, Pak Alex bercerita kesuksesannya bergandengan tangan dengan media siber baik saat kampanye hingga   mengoptimalkan program pemerintahan. Kata Pak Alex media siber, sangat efektif sebagai kanal kampanye karena sasarannya tidak terbatas ruang dan waktu,” terangnya.

Masih kata Muhaemin, tidak jelas apa yang membuat paslon malas berkampanye secara formal karena pada praktiknya paslon sering kedapatan berkampanye secara terselubung. 

“Kampanye secara sembunyi rawan penyimpangan. Pengawas Pemilu pun tentunya sangat sulit mengawasi karena memang tidak ada pemberitahuan. Kampanye secara silent ini kurang memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” Muhaemin menerangkan.

“Sejauh ini kampanye hanya dilaksanakan oleh KPU dan tentunya terbatas baik anggaran maupun durasinya. Makanya kami sangat mengapresiasi kinerja KPU yang menjadi ujung tombak untuk semua urusan termasuk suksesi kedua paslon,” imbuh Muhaemin.

Sementara itu, berdasarkan PKPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada dalam kondisi Bencana Nonalam COVID-19 disebutkan dalam pasal Pasal 63, kampanye masih diperbolehkan dengan catatan tidak melanggar larangan Kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan dan dilaksanakan dalam bentuk Kampanye melalui Media Sosial dan Media Daring. (Hendra)