Mappilu PWI: Tindak Bakal Calon Pilkada Pelanggar Prokes

oleh -
Mappilu PWI menggelar rapat menyikapi pelanggaran protokol kesehatan saat pendaftaran bakal calon Pilkada 2020, di Sekretariat PWI Pusat, Jakarta, Senin .

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Mapppilu (Masyarakat dan Pers Pengawas Pemilu) PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) meminta aparat penegak hukum agar menindak tegas bakal calon Pilkada yang melanggar prokes (protokol kesehatan) saat pendaftaran pasangan bakal calon Pilkada Serentak 2020 di KPU setempat.

“Kami melihat masih banyak calon yang membawa massa pendukung dalam jumlah besar, tidak mematuhi prokes,”ujar Ketua Mappilu PWI, Suprapto Sastro Atmojo, usai rapat pengurus Mappilu PWI yang diikuti secara virtual oleh ketua PWI provinsi, di Sekretariat PWI Pusat, Jakarta, Senin (070/9).

Kata Suprapto, prokes semestinya ditaati oleh semua pihak agar bisa menghasilkan pilkada yang sukses secara penyelenggaraan dan kualitas, meskipun digelar di tengah pandemi COVID-19.

Mappilu PWI, menurutnya,  mendukung penuh sikap tegas KPU dan Bawaslu untuk menghentikan serta menindak segala bentuk pelanggaran prokes, baik kerumunan massa ataupun pengurus parpol pengusus yang melanggar prokes.

BACA JUGA:Tes Kesehatan Bapaslon Bupati-Wakil Bupati, KPU Gandeng RSUD Berkah Pandeglang

Dikatakan, dalam PKPU No. 6 Tahun 2020 sudah diatur ketentuan pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah harus memperhatikan prokes. Kemudian Pasal 50 ayat 3 PKPU No. 6 Tahun 2020 disebutkan pendaftaran hanya dihadiri ketua dan sekretaris parpol pengusul dan atau pasangan bakal calon perseorangan.

Suprapto meminta aparat keamanan dan aparat penegak hukum menjalankan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

“Peraturan sudah jelas bagi yang melanggar prokes harus diberikan sanksi,”jelasnya.

BACA JUGA:Bawaslu Catat Tiga Bapaslon Pilkada Langgar PSBB, Termasuk Airin Yang Dampingi Benyamin-Pilar

Bawaslu RI sendiri mencatat selama dua hari pendaftaran peserta Pilkada 2020, terjadi 243 dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan bakal calon.

Rinciannya sebanyak 141 pelanggaran terjadi pada hari pertama, Jumat (4/9), kemudian 102 pelanggaran lainnya terjadi jelang penutupan pada Minggu (6/9).

Tiga hari masa pendaftaran Pilkada 2020, KPU mencatat terdapat 37 bakal calon kepala pilkada positif terinfeksi COVID-19.(Sigit/Ant/Jaya)