Mantan Kades Jadi Tersangka Pembacokan Warga di Bojonegara

  • Whatsapp
Pembacokan tiga warga
Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana memberi keterangan kepada wartawan terkait aksi pembacokan kepada tiga warga.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Petugas Polres Kota Cilegon, Polda Banten kembali mengamankan dua terduga pelaku pembacokan tiga warga di Kampung Pangrango Dukuh, Desa Pengarengan, Bojonegara, Kabupaten Serang. Keduanya yakni ISN dan HSN. Sebelumnya, polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku. Hingga kini terduga pelaku pembacokan menjadi lima orang, yakni NSD, SFD, SBD, ISN dan HSN.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, pengeroyokan disertai pembacokan terhadap tiga warga Kampung Pangrango Dukuh terjadi Senin (17/2/2020) pukul 15.30 WIB. Dalam kejadian tersebut, dua orang mengalami luka berat dan satu meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

“Lima tersangka pelaku pengeroyokan sudah diamankan ke Mapolres,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Dari pemeriksaan sementara terhadap para tersangka, menurut Kapolres, peristiwa pembacokan terjadi di tiga tempat. Pertama, di depan pos Security PT Sumber Gunung Maju (SGM), kedua diluar pos lingkungan PT SGM dan sekitar 30 meter dari jarak TKP kedua.

AKBP Yudhis Wibisana mengungkapkan, tersangka NSD merupakan Mantan Kepala Desa (Kades) Pengarengan. Dia diduga menjadi dalang dibalik aksi pengeroyokan disertai pembacokan tiga warga tersebut.

NSD menjabat sebagai Kades Pengarengan selama tiga periode. Namun pada saat Pilkades untuk periode keempat, NSD dikalahkan Saifulloh. NSD telah melakukan kerjasama dengan PT SGM selama 6 tahun untuk mengelola sindrom, limbah PT SGM yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Diduga NSD tidak senang dengan rencana Saifullah yang akan mengambilalih pengelolaan Sindrom PT SGM melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Rencana Kades mengambilalih pengelolaan Sindrom melalui BUMDes untuk kepentingan masyarakat. Namun diduga tersangka NSD tidak terima sindrom dikelola BUMDes,” ujar Kapolres.

BACA JUGA:

. Tiga Pelaku Pembacokan di Bojonegara Menyerahkan Diri ke Polres Cilegon

. Tiga Warga Cilegon Luka-Luka Diserang Sekelompok OTK

. Satu Korban Pembacokan di Bojonegara Tewas, Polisi Minta Warga Tenang

Kapolres menyebut, pihaknya sudah beberapa kali menggelar mediasi untuk membahas pengelolaan limbah sindrom tersebut. Namun pertemuaan selalu menemui jalan buntu. Musyawarah tidak menemui kata sepakat. Tersangka NSD tetap tidak terima pengelolaan limbah sindrom diambilalih BUMdes.

Hingga akhirnya, pada Senin (17/2/2020), tiga pekerja BUMDes yang sedang mengangkut sindrom PT SGM, dihadang sekelompok orang tak dikenal (OTK). Belakangan OTK tersbeut digerakan tersangka NSD beserta beberapa anak buahnya yang sudah memiliki peran masing-masing,

“Sehingga terjadilah pertikaian tersebut. Tersangka NSD beserta anak buahnya menggunakan senjata tajam jenis golok dan samurai kemudian melakukan aksi penyerangan kepada ketiga korban,” ungkap Kapolres.

Kini, para tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Kota Cilegon. Kelimanya menjalani pemeriksaan secara intensif. Kelima tersangka bakal dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Seluruh tersangka akan kami proses sesuai hukum yang berlaku. Untuk korban akan mendapatkan santunan,” tandas Kapolres.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.