Terlibat Curanmor

Mantan Anggota TNI Diringkus Petugas Polres Serang

oleh -
Kapolres Serang Kota, AKBP Indra Gunawan menunjukan barang bukti kajahatan tersangka MS kepada wartawan di Mapolres Serang Kota.

REDAKSI24.COM – MS alias Mistari (35) mantan anggota TNI AD diringkus polisi lantaran terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Ia ditangkap di Perumahan Puri Kencana, Desa Belokang, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten.

MS disergap polisi setelah lima hari melarikan diri usai melakukan aksi pencurian sepeda motor di pinggir Sungai Ciujung, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Minggu (18/8/2019) lalu. MS beraksi bersama MH (26). Namun aksinya kepergok pemilik sepeda motor dan warga.

Tersangka MS berhasil melarikan diri dengan cara berenang menyeberangi Sungai Ciujung. Sedangkan rekannya, MH harus meregang nyawa lantaran dihakimi massa.

“MS ditangkap 5 hari setelah beraksi. Tersangka merupakan mantan anggota TNI yang telah dipecat,” kata Kapolres Serang, AKBP Indra Gunawan kepada wartawan di Mapolres Serang, Rabu (28/8/2019).

BACA JUGA:

. Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Polres Kota Tangerang Dirotasi

. Kader PP Kota Serang Diminta Waspadai Kelompok Anti Pancasila

. Bendahara Dinas Pendidikan Banten Diperiksa Kejati

Dari tangan mantan anggota TNI tersebut, kata Kapolres, pihaknya mengamankan sebanyak 26 sepeda motor yang diduga hasil kejahatan. Berdasarkan pengakuan kepada petugas, MS kerap beraksi di Cikande, Kibin, Kragilan, Carenang, Pontang Cikeusal, Bendung Pamarayan dan wilayah Depok.

Setiap kali beraksi tersangka berpura-pura sebagai pemburu hewan di kebun dengan membawa senapan angin. Namun rupanya tersangka sedang mengincar sepeda motor yang pemiliknya lengah. Dia menggasak sepeda motor incarannya dengan menggunakan kunci letter T.

“Mereka spesialis pencuri sepeda motor dengan target sepeda motor milik pemancing atau pemilik kebun yang sedang diparkir di kebun dan pinggir sungai,” katanya.

Akibat perbuatannya, MS bakal dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (Adi/Difa)