Manajemen Bank Banten Tunda Aksi Right Issue

  • Whatsapp
Bank Banten Tunda Right Issue
Jajaran Direksi dan Manajemen Bank Banten masih melihat perkembangan pasar modal ditengah covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten atau Bank Banten melakukan menundaan aksi right issue, dengan alasan sedang melakukan pertimbangan kondisi pasar modal ditengah Pandemi Covid-19.

Permohonan penundaan jadwal pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV itu diajukan Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 21 April 2020.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterbukaan informasi publik yang didapat redaksi24.com dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (14/5/2020), alasan Fahmi melakukan penundaan PUT IV itu, karena khawatir jika aksi korporasi tetap dilanjutkan ditengah Pandemi Covid-19, akan berpengaruh terhadap keberhasilan PUT IV yang sedang dipersiapkan Bank Banten.

“Paling cepat perseroan akan kembali membuka PUT IV setelah hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah,” tulis Fahmi.

Akan tetapi, perseroan dengan nama emiten BEKS ini tetap akan melihat kondisi perkembangan pasar modal pada waktu tersebut. Jika sudah memungkinkan untuk dibuka, akan dilanjutkan. Tapi jika tidak memungkinkan penundaan akan diperpanjang sampai kondisi pasar modal benar-benar stabil.

“Kami masih melihat bagaimana nanti perkembangan kondisi pasar modal pada waktu tersebut,” katanya.

Sebelumnya, BEKS telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), guna menerbitkan 400 miliar saham baru lewat aksi korporasi. Dengan aksi korporasi itu, perseroan ditarget mampu mendapat dana segar sebesar Rp500 miliar. Rencana rangkaian aksi PUT IV itu akan dilakukan pada awal Juni 2020.

Diketahui, Pemprov Banten selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) Bank Banten memutuskan akan melakukan marger dengan Bank BJB. Menurut Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH), hal itu dilakukan untuk menyehatkan perseroan ditengah krisis yang sedang dihadapi saat ini.

BACA JUGA:

Soal Rencana Marger Bank Banten, Gubernur Surati Presiden

Pemprov Banten sedang mengalami krisis keuangan dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Sehingga, kebutuhan modal untuk menyehatkan Bank Banten sebesar Rp2,8 triliun tidak bisa diberikan.

Dengan begitu opsi peleburan usaha dinilai menjadi pilihan terbaik, selain Pemprov Banten juga mempunyai kepentingan pinjaman ke BJB sebesar Rp800 miliar untuk penanganan Covid-19 di Provinsi Banten. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.