Maksimalkan Penerapan Perbup 47/2018, Bupati Zaki Ajak Dialog Seluruh Stakeholder

oleh -
WAWANCARA : Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar saat diwawancarai sejumlah wartawan usai menggelar rapat terkait pemberlakuan Perbup 47 tahun 2018 di Pendopo Bupati, Kamis (20/6/2019).

REDAKSI24.COM—Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengajak dialog seluruh stakeholder terkait diberlakukannya Peraturan Bupati (Perbup) 47 tahun 2018 tentang Pembatasan Waktu Operasional Mobil Barang Pada Ruas Jalan di Kabupaten Tangerang. Seluruh undangan yang terdiri dari camat, kepala OPD, tokoh masyarakat, Organisasi Masyarakat (Ormas), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) , dan perwakilan pengusaha angkutan tambang diberikan kesempatan untuk mengkrtik atau memberikan saran dalam rangka memaksimalkan penerapan Perbup 47/2018 tersebut.

“Rapat ini sengaja kami gelar untuk mendapatkan masukan agar penerapan Perbup 47 tahun 2018 tentang Pembatasan Waktu Operasional Mobil Barang Pada Ruas Jalan di Kabupaten Tangerang bisa berjalan dengan maksimal dan tidak merugikan satu pihak,” jelas Zaki kepada wartawan,Kamis (20/6/2019).

Zaki menjelaskan, dibuatnya aturan itu untuk menuntaskan permasalahan yang kerap kali dialami warga sekitar. Warga sering melakukan aksi nekat memblokade jalan lantaran jalan di wilayahnya rusak dan kerap mengalami kemacetan akibat dilintasi truk berat.

“Perbup 47 ini saya berlakukan justru untuk kebaikan semua pihak termasuk pengusaha angkutan tambang sendiri. Jika tidak diatur saya khawatir satu saat akan terjadi konflik dengan masyarakat yang kesal terkait operasional truk tambang di wilayahnya,” ujar Zaki.

Untuk itu Zaki meyayangkan masih adanya pengusaha angkutan tambang yang melakukan protes khususnya kepada pemerimntah Kabupaten Tangerang atas pemberlakuan Perbup 47/2018 tersebut.

“Kalau mau protes terhadap perbup, kenapa tidak protes terhadap pemkot Tangerang dan pemkot Tangsel,” kata Zaki.

Sebelumnya atas banyaknya desakan dari masyarakat, Pemkab Tangerang pada 14 Desember 2018 memberlakukan Perbup 47 tahun tentang Pembatasan Waktu Operasional Mobil Barang Pada Ruas Jalan di Kabupaten Tangerang. Dengan adanya perbup tersebut maka seluruh angkutan tambang dibatasi jam operasionalnya jika akan melintas di ruas jalan utama di Kabupaten Tangerang yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah, seperti di Jalan Raya Legok, Jalan Raya Pakuhaji dan lainnya.

Dalam Perbup tersebut kendaraan bertonase berat hanya diperbolehkan melewati jalan di Kabupaten Tangerang pada pukul 22.00-05.00 WIB. (Mad/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *