MAKI Nilai Aparat Penegak Hukum Belum Tegas Menindak Mafia Tanah

oleh -
maki,komisi yudisial,mafia tanah
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman/Antara.

JAKARTA, REDAKSI24.COM–Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menilai aparat penegak hukum belum menunjukan ketegasannya dalam menindak para mafia tanah di Indonesia.

MAKI mencontohkan penanganan kasus mafia tanah di Cakung, Jakarta Timur.

MAKI akan mengawasi sidang sengketa tanah di Cakung, karena menganggap kasus itu relevan dan patut menjadi contoh bagaimana proses peradilan untuk kasus dugaan mafia tanah.

“Belum ada ketegasan. Kalau ada yang divonis bebas, jaksa mesti kasasi,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, dalam pernyataannya, di Jakarta, Minggu (28/2/2021), menyoroti bebasnya salah satu terdakwa, Paryoto, dari segala hukuman.

Lantaran itu, Boyamin menyarankan penanganan kasus di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur harus menjadi contoh agar penanganan kasus tanah di Indonesia bisa membaik dan menyerukan agar semua pihak mengawasi jalannya persidangan kasus itu.

Anggota Komisi Yudisial (KY), Amzulian Rifai, mengatakan, mereka tentu akan memberikan atensi terhadap kasus-kasus yang menjadi prioritas aparat penegak hukum, termasuk upaya memberantas mafia pertanahan.

Namun, imbuh dia, Komisi Yudisial juga memiliki keterbatasan untuk mengawasi semua persidangan.

“Alternatifnya, jika memang ada kasus-kasus yang urgent untuk diawasi, masyarakat bisa mengajukan permintaan kepada KY untuk memantau jalannya persidangan kasus tersebut,” cetus dia.

Pada sisi lain, kejaksaan berharap majelis hakim mengamini tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) selama 1,5 tahun pada terdakwa Ahmad Djufri, tidak seperti pada terdakwa Paryoto yang divonis bebas.

“Ya, harapan sependapat dengan (tuntutan) jaksa. Jaksa menuntut terdakwa 1 tahun 6 bulan. Tapi, itu kan semua bagaimana hakim,” kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Ahmad Fuady.

Menurut dia, jaksa menuntut Djufri sama dengan terdakwa Paryoto yang merupakan juru ukur Badan Pertanahan Nasional (BPN), namun majelis hakim telah membebaskan Paryoto dari segala hukuman.

Terhadap vonis tersebut, Fuady mengatakan jaksa langsung mengajukan kasasi atas putusan bebas Paryoto ke Mahkamah Agung dan menunggu putusan dari hakim MA atas kasasi itu.

Sementara terhadap tersangka lainnya dalam kasus sama, yakni Benny Tabalujan, kejaksaan menyerahkan sepenuhnya kepada polisi yang kini menetapkan dia sebagai daftar pencarian orang. (Zuhdiar Laeis/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.