Makam Gadis Dibawah Umur Yang Tewas Dicekoki Obat Keras Dan Diperkosa Dibongkar

  • Whatsapp
Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Priyang, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Untuk keperluan penyelidikan, Polisi terpaksa membongkar makam gadis dibawah umur yang menjadi korban pencekokan pil excimer dan pemerkosaan ke 7 orang pelaku di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Priyang, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (17/6/2020).

Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan, pembongkaran tersebut dilakukan sebagai proses rangkaian penyelidikan. “Penggalian makam ini dilakukan bersama tim forensik RS Polri Kramat Jati Mabes Polri,” katanya di lokasi pemakaman.

Bacaan Lainnya

Pantauan Redaksi24.com, pembongkaran makam dilakukan sejak pukul 08.00 – 11.00 WIB, di pintu masuk makam dilakukan penjagaan ketat dan garis polisi melintang di sekitar pemakaman. 

Sebelumnya diberitakan, Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan, pelaku pencekokan obat keras dan pemerkosaan tersebut dilakukan oleh  7 orang pemuda  yang tercatat sebagai warga Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

“Hasil dari penyelidikan ada 7 orang yang menjadi pelaku dan empat diantaranya sudah kita amankan. Sementara 3 pelaku lainnya masih buron,” kata Efri.

Keempat orang pelaku yang berhasil diamankan yakni FF, DE, S, dan A dengan usia berkisar 18-24 tahun. Sedangkan pelaku FF (18) yang juga pelaku mengaku sebagai  pacarnya korban.

Efri menerangkan, peristiwa tersebut terjadi pada 18 April 2020, sebelum bulan Ramadhan 1441 H. Bermula pelaku FF kenal dengan korban OR dari media sosial Facebook. Kemudian keduanya membuat janji untuk bertemu di salah satu tempat di Desa Cihuni. Setelah bertemu, OR dibawa oleh pacarnya itu ke rumah temannya.

Efri menduga, aksi pemerkosaan yang dilakukan FF bersama temannya itu sudah direncanakan. “Setelah bertemu, OR kemudian diajak ke rumah salah satu pelaku oleh FF di Desa Cihuni. Disana ternyata sudah ada enam orang teman FF yang menunggu. Berarti sudah ada perencanaan tidak baik,” terang Efri.

Disana katanya, OR dicekoki pil excimer. Setelah mabuk, FF yang mengaku pacarnya itu langsung beraksi menyetubuhi korban secara bergantian dengan enam temannya.

“Boleh-boleh saja pelaku mengaku sebagai pacarnya, tapi yang jelas secara akal sehat nggak mungkin. Kalau pacarnya beneran, nggak mungkin suruh nyobain (setubuhi-red) ke temen-temennya,” tutur Efri.

Saat ini, Polsek Pagedangan masih menyelidiki soal korban yang meminum pil excimer dipaksa atau  atas permintaan korban yang juga minta bayaran Rp 100 ribu sesuai pengakuan pelaku. 

“Minum pil itu sedang kita dalami. Maunya si pelaku, pasti mencari pembenaran menurut dia. Tetapi, kita sedang dalami dulu. Dengan adanya korban menelan excimer itu kita bisa bayangkan, seperti apa. Katanya yang pernah minum excimer, satu butir saja sudah kelenger. Apalagi tiga butir,” ungkap Efri.

Para tersangka pencekokan pil excimer dan pemerkosaan gadis di bawah umur itu, dikenakan sanksi ancaman pidana sesuai Undang-undang Perlindungan Anak nomor 17 tahun 2016 pasal 81 subsider pasal 81 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.