Mahfud MD: Hanya Tiga Petinggi yang Tahu Skenario Penangkapan Djoko Tjandra

  • Whatsapp
Buronan Djoko Tjandra di Bareskrim pasca ditangkap

JAKARTA, REDAKSI24.COM–  Menkopolhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ) Mahfud MD, menyebut hanya tiga orang petinggi yang mengetahui skenario rencana operasi penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia.

Menteri Mahfud MD mengungkapkan hal itu dalam press update yang dikeluarkan  oleh Humas Kemenko Polhukam, di Jakarta, Jumat (31/07/2020). Menurutnya, skenario operasi penangkapam  hanya diketahui tiga orang, yaitu Presiden Jokowi, Kapolri Jenderal Pol. Idham Aziz, dan dirinya sendiri.

Bacaan Lainnya

Karenya dia mengaku tak kaget buronan kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra itu akhirnya ditangkap oleh Kepolisian RI di Malaysia. “Saya tidak kaget karena operasi ini dirancang sejak tanggal 20 Juli. Jadi 20 Juli lalu. Waktu itu saya mau mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum untuk buat rencana operasi penangkapan,”ujar menteri.

Tetapi, lanjut dia,  sebelum rapat berlangsung, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo datang ke kantornya menyatakan kepolisian sudah menyiapkan sebuah operasi penangkapan. Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini,  pada waktu itu Indonesia Police Watch (IPW) dan banyak pihak mengusulkan agar Presiden Jokowi menghubungi Pemerintah Malaysia untuk menyerahkan Djoko Tjandra.

“Tetapi waktu itu, Pak Listyo meyakinkan kami tidak usah G to G (Government to Government). Namun, cukup police to police. Kabareskrim pun berangkat pada malam itu,” ungkap Mahfud.

Jadi, jelas dia,  skenario itu, hanya diketahui dua orang lain selain dirinya, yaitu Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Presiden Jokowi.

Dalam proses selanjutnya Mahfud menyerahkannya ke Mahkamah Agung, sehingga dirinya, termasuk Presiden Jokowi, polisi, serta jaksa tidak bisa ikut campur dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

“Sudah ranah MA. Polisi, jaksa tak bisa ikut campur. Pengawasan masyarakat, pelototan masyarakat sekarang sangat efektif untuk awasi dunia peradilan,”pungkas Mahfud sembari menambahkan dirinya bersyukur Djoko Tjandra berhasil ditangkap.

Keberhasilan penangkapan atas buronan penegak hukum Indonesia tercapai berkat kerja sama police to police antara Kepolisian RI dengan Polis Diraja Malaysia.(Syaiful/Ant/Jaya)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.