Mahasiswa Unpam Dan Pelajar Bertolak ke Senayan Naik Truk Pasir Demo UU Omnibus Law

  • Whatsapp
Uu ciptaker
Mahasiswa dan pelajar Tangsel demo UU Ciptaker ke Senayan.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Ratusan mahasiswa Universitas Pamulang Tangerang Selatan berangkat menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Istana negara, untuk melakukan aksi penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Presidium Mahasiswa Unpam Ferbriditya mengatakan, gerakan tersebut atas nama Komando Konsolidasi Mahasiswa Indonesia. “Ini adalah puncak dari gerakan penolakan UU Omnibus Law yang sudah terjadi sejak 6-7 September kemarin,” katanya sesaat akan berangkat ke Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Bacaan Lainnya

Adit menuturkan, sebagai mahasiswa pihaknya berhak menolak UU Omnibus Law yang dirasa merugikan buruh dan lembaga pendidikan.

“Suka tidak suka, kita adalah anak dari buruh petani dan pekerja. Kita mahasiswa ada kluster pendidikan yang katanya dihapus, tetapi ternyata disahkan di pasal 65 kalau salah dikoreksi. Dalam pasal itu berisi soal pendidikan di Indonesia yang bakal dijadikan ladang komersil,” ungkapnya.

BACA JUGA: Sebanyak 59 Orang Yang Akan Demo Ke Jakarta Diamankan Polisi, Diantara Mereka Membawa Gunting, Ketapel, dan Tembakau Gorila

Hal itu, lanjut Adit, bakal membuat tri dharma perguruan tinggi tidak lagi terpakai karena pendidikan hanya dijadikan ladang komersil. “Karena tidak ada esensi pendidikan, pelatihan pengabdian ke masyarakat,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, para mahasiswa Unpam memakai almamater kampus berwarna biru. Ada ratusan mahasiswa berbagai tingkatan yang ikut dalam aksi demonstrasi tersebut.

Tidak hanya mahasiswa, dalam rombongan juga terdapat pelajar dari SMA atau SMK memakai celana abu-abu dan baju bebas bersweater.

BACA JUGA: Aksi Tolak Omnibus Law di Lampu Merah Tigaraksa Ricuh, 5 Mahasiswa Diamankan Polisi

Mereka, berangkat ke Senayan menggunakan bus, truk pasir dan angkutan umum. Adit memastikan, tidak ada masa aksi yang membawa senjata tajam.

“Sudah mengkomunikasikan dengan pelajar. Kita pastikan enggak ada yang bawa sajam. Kita siap bertanggung jawab, ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan sikap represif atau lainnya,” tutupnya.(wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.