Mahasiswa Tangerang Sebut Jokowi-Puan Ingkar Janji

oleh -
Mahasiswa Tangerang Sebut Jokowi-Puan Ingkar Janji
uluhan mahasiswa tersebut datang sekitar pukul 15.00 Wib. Mereka berorasi menyampaikan kecewaan atas kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menaikkan harga BBM.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Aliansi Mahasiswa Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjukrasa menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Gedung DPRD kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang Tigaraksa, Selasa (20/9/2022).

Puluhan mahasiswa tersebut datang sekitar pukul 15.00 Wib. Mereka berorasi menyampaikan kecewaan atas kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang menaikkan harga BBM.

Dalam aksinya puluhan aktivis mahasiswa juga membentangkan poster dan sepanduk kecaman bergambar Presiden Jokwi dan Ketua DPR RI, Puan Maharani.

“Kami Kecewa!!! Ketua DPR RI Puan Maharani malah menyanyikan lagu ulang tahun di tengah masyarakat menjerit akibat kenaikan BBM,” teriak mahasiswa.

“Jokowi dan Puan ingkar janji,” sambung aktivis mahasiswa lainnya.

BACA JUGA: APBD Perubahan 2022 Disahkan, Belanja Daerah Kabupaten Tangerang Rp7,14 Triliun

Puluhan mahasiswa hingga pukul 15.30 Wib tidak diizinkan masuk dan mendekat Gedung DPRD. Barikade aparat keamanan dari Polresta Tangerang dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) memasang palang portal di depan pintu masuk gedung dewan.

Aliansi Mahasiswa Kabupaten Tangerang menyatakan kekecewaannya lantaran Ketua DPRD, Kholid Ismail enggan keluar menemui massa aksi yang menolak kenaikan BBM.

Inisiator aksi, Ahmad Syafrizal mengatakan aliansi mahasiswa Kabupaten Tangerang akan kembali melakukan aksi unjukrasa dengan membawa massa yang lebih banyak pada Jumat (23/9/2022).

“Gedung DPRD itu rumah kami juga, kami kecewa Ketua DPRD enggan menemui kami,” kata Syafrizal.

BACA JUGA: DPRD dan Pemkab Tangerang Setujui Raperda APBD 2021 Menjadi Perda

Ia menyampaikan 2 poin tuntutan yang ingin disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Tangerang. Diantaranya, meminta DPRD untuk bersurat kepada Pemerintah RI menolak kenaikan harga BBM.

Mereka juga meminta DPRD mendorong memperketat penerima BBM bersubsidi melalui kartu keluarga sejahtera (KKS), kartu Indonesia pintar (KIP) dan kartu sembako murah, serta memberikan subsidi BBM khusus untuk kendaraan logistik dan angkutan umum.

“Jika DPRD Kabupaten Tangerang sepakat atas ini, kami akan kembali melanjutkan aksi perjuangan ke senayan,” katanya.

Diinformasikan, sebelum massa aksi bubar, perwakilan DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PKS, Ahmad Syahril datang sekira pukul 16.00.Wib menemui massa aksi. Namun tidak menemukan titik temu atas keinginan para pendemo. Sehingga Massa aksi meluapkan kekecewaan dengan membakar ban.(Deri/Difa)

Tinggalkan Balasan