Mahasiswa Tangerang Sebut Bupati Tangerang Zolim

  • Whatsapp
Sejumlah mahasiswa demo di depan Gedung DPRD dan Pemkab Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Sejumlah mahasiswa Tangerang yang tergabung dalam Mahasiswa Perduli Rakyat Indonesia (MPRI) menggelar orasi di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang pada Kamis (31/10/2019). Dalam orasinya para mahasiswa mengkritik kinerja DPRD dan Bupati Tangerang dalam menangani persoalan-persoalan rakyat.

Pantauan di lokasi, orasi pertama digelar di halaman gedung DPRD Kabupaten Tangerang. Sambil berteriak dan membentangkan spanduk para mahasiswa mengkritisi tupoksi Anggota DPRD yang dianggap kurang serius menangani berbagai persoalan rakyat, terutama soal kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Bacaan Lainnya

Para mahasiswa ingin para anggota legislatif bisa lebih persuasif dalam menangani persoalan-persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
“Kami meminta kepada bapak dewan agar lebih pro terhadap rakyat, bukan kepada kepentingan-kepentingan golongan atau kepentingan asing,” tegas Albert Noval, salah satu peserta aksi sekaligus Humas MPRI, kepada Redaksi24.Com

Usai menggelar orasinya di depan gedung wakil rakyat, para mahasiswa bergerak menuju ke depan halaman Kantor Bupati Tangerang. Disana, para mahasiswa berorasi mengkritik kinerja Bupati Tangerang, diantaranya soal kesenjangan sosial akibat alih fungsi lahan, serta tentang perbup dan perda di Kanbupaten Tangerang yang tidak berjalan optimal, salah satunya Perbup 47 Tahun 2018. Sambil terus berorasi, para mahasiswa juga menyampaikan pernyataan sikap sembari meneriakan yel-yel yang menyebut ‘Bupati Tangerang Zolim’.

Masih menurut Noval, Kinerja Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dirasa masih kurang, terutama yang menyangkut kesenjangan sosial dalam meminimalisir angka kemiskinan. Kata dia, PAD Kabupaten Tangerang lebih dari 5 triliyun sangat kontradiksi dengan masih tingginya angka kemiskinan di wilayah kota seribu satu industri tersebut.

“Bupati harus lebih serius menangani kesenjangan sosial dan harus lebih objektif dalam mengawal RAPBD 2020 supaya tepat sasaran,” cetusnya.

BACA JUGA:

Bupati Tangerang Himbau Masyarakat tidak Berlebihan

Pembentukan Tim Seleksi Calon Kades di Kabupaten Tangerang Diprotes Warga

Ia menambahkan, selain untuk mengkritisi kinerja lembaga eksekutif dan legislatif, aksi MPRI itu juga merupakan refleksi dari peringatan hari sumpah pemuda. Kata dia, hal ini dilakukan untuk mengingatkan kepada pemerintah Kabupaten Tangerang agar lebih serius lagi menjalankan tupoksinya.

“Ini juga merupakan bentuk refleksi kami para mahasiswa dalam memperingati hari sumpah pemuda,” ungkapnya

Ia menyambung, dalam aksi tersebut ada 6 tuntutan yang disampaikan oleh MPRI kepada Pemkab Tangerang, yakni Bupati Tangerang harus lebih serius menangani kesenjangan sosial, mengawal RAPBD 2020 agar lebih objektif, soal alih fungsi lahan yang over load, keseriusan pemerintah desa untuk mensejahterakan masyarakat desa, legislatif harus lebih serius menjalan tupoksinya, serta tegakan perbup dan perda.

“Jika aspirasi melalui pernyataan sikap hari ini tidak didengar, kami akan melakukan aksi selanjutnya yang lebih besar,” tandasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.