Mahasiswa Minta Pemkab Serang Cegah PHK Massal

  • Whatsapp
aksi mahasiswa
Mahasiswa Serang, Banten menggelar aksi menyuarakan aspirasi buruh.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pada momen hari buruh internasional, Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Forum Mahasiswa se-Kabupaten Serang menilai pemerintah tidak punya solusi untuk menyelesaikan buruh pada masa pandemi covid-19.

Mahasiswa juga meminta pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten untuk mencari solusi bagi para pekerja agar tidak terjadi PHK massal ditengah pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

Ketua DPP Gerakan Mahasiswa Serang Utara (Gamsut), Imron Nawawi mengatakan, baru-baru ini sekitar 2500 buruh di Tangerang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Menyusul kemudian beberapa perusahaan di Kabupaten Serang juga mulai merumahkan para pekerjanya.

“Buruh bukan hanya berhadapan dengan rancangan pengesahan omnibuslaw, tapi juga dihadapkan dengan PHK massal,” katanya kepada wartawan, Jum’at (1/5/2020).

Menurut Imron, buruh dijadikan korban atas bencana covid-19, terlebih jika omnibuslaw tetap disahkan. Sementara pemerintah tidak mencarikan solusi untuk mengatasi polemik buruh, akan menimbulkan gejolak besar ditengah meluasnya PHK di berbagai daerah.

“Pemerintah tidak memikirkan bagaimana nasib buruh yang kehilangan pekerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Bojonegara Puloampel (IKMBP), Ari Daelami menilai pemerintah tidak mencari solusi atas persoalan buruh. Pihaknya mendorong Pemkab Serang untuk mencegah gelombang PHK masal.

Menurut Ari, telah tersebar surat edaran di beberapa perusahaan Bojonegara Pulo Ampel, Kabupaten Serang terkait pengurangan upah dan fasilitas pekerja tingkat atas. Misalnya, mulai tingkat manajer dan direktur.

“Perusahaan pasti mengurangi shift, membatasi, menghapuskan kerja lembur, mengurangi jam kerja, mengurangi hari kerja, dan meliburkan atau merumahkan pekerja atau buruh secara bergilir untuk sementara waktu. Mungkin saja surat edaran itu akan bermuara pada PHK,” ungkapnya.

BACA JUGA:

. Tak Dihadiri Eksekutif, Rapat Pansus LKPJ Wali Kota Serang 2020 Batal Digelar

. Tanpa Gejala, 1 Warga Taktakan Serang Positif Covid-19

. ASN Kota Serang Bakal Dinonjobkan Jika Nekat Mudik

Meski begitu, pihaknya mengakui bahwa tantangan dalam menghadapi pandemi covid-19 tidak mudah. Maka diperlukan sikap persatuan yang harus dihadapi bersama – sama.  “Saya minta para pengusaha untuk tidak memecat buruhnya,” harapnya.

Ia juga menekankan, Pemkab Serang harus cepat mengambil langkah untuk menyelamatkan buruh, terkhusus bagi buruh yang dirumahkan. “Pemerintah perlu menyiapkan lapangan kerja baru dan jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terkena PHK imbas dari covid-19,” tegasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.