Mahasiswa Jakarta Yang Corat-Coret Tempat Ibadah di Pasar Kemis Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Vandalisme
Kasus vandalisme digelar di Polresta Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Satrio (18) pelaku vandalisme sebuah tempat ibadah di Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, terancam hukuman pidana 5 tahun penjara. Polisi menjeratnya dengan pasal 156 KUHP tentang menyatakan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan. 

“Karena dia (Satrio) diduga melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan permusuhan atau pun penodaan agama sehingga dapat menimbulkan perasaan kebencian, permusuhan, atau pun penghinaan terhadap suatu golongan,” tutur Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam gelar perkara di Mapolresta Tangerang, Rabu (30/9/2020). 

Bacaan Lainnya

Berdasarkan fakta diketahui aksi vandalismenya itu dilakukan oleh Satrio seorang diri. Alasannya, pelaku meyakini tentang satu ajaran tertentu yang hingga kini masih didalami oleh pihak kepolisian. 

Ade juga mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Satrio dengan meminta bantuan kepada ahli bahasa, MUI, dan psikolog. 

BACA JUGA: Corat-Coret Dinding Tempat Ibadah Dengan Cat Hitam, Seorang Remaja di Tangerang Diamankan Polisi

“Kita juga masih menelusuri situs-situs atau konten apa yang dipelajari pelaku ini masih kita dalami. Siang ini kita juga akan melakukan penggeledahan di rumah tersangka,” ujarnya 

Di tempat yang sama, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang beredar di masyarakat. Ia juga mengimbau kepada warga untuk senantiasa waspada dengan mengaktifkan kembali kegiatan keamanan di lingkungan sekitar. 

BACA JUGA: Pelaku Corat- Coret Tempat Ibadah di Pasar Kemis Ternyata Seorang Mahasiswa

“Apabila ada kegiatan yang mencurigakan segera laporkan ke aparat hukum jangan berasumsi sendiri apalagi main hakim sendiri,” tukasnya 

Sementara, Satrio yang dihadirkan dalam gelar perkara itu nampak menyesali perbuatannya. Dengan mengenakan kacamata, celana jeans dan kaos tahanan, ia terlihat menangis sambil sesekali mengusap air matanya. (Ricky/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.